benuanta.co.id, BERAU– Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menemukan skema efisiensi anggaran sebesar Rp 10 miliar dalam upaya perluasan akses air bersih di Pulau Maratua. Langkah ini ditempuh dengan merelokasi instalasi pengelolaan air bersih yang ada saat ini ke lokasi yang lebih dekat dengan embung.
Strategi pemindahan ini dinilai sebagai solusi paling realistis untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat sekaligus memaksimalkan infrastruktur yang telah tersedia tanpa harus membangun sistem baru dari nol.
Saat meninjau lokasi embung, Sri mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan lanjutan agar fasilitas tersebut berfungsi optimal. Namun, ia memastikan pemindahan alat pengelola air bersih ke dekat embung merupakan opsi yang paling efisien bagi kas daerah.
“Kami bisa menghemat anggaran sekitar Rp 10 miliar dengan memindahkan alat pengelola air bersih dari lokasi lama ke dekat embung agar distribusinya lebih efektif,” sebut Sri Juniarsih, Rabu (17/6/2026).
Pemkab Berau telah menyiapkan lahan untuk proses relokasi tersebut. Anggaran untuk tahap persiapan awal direncanakan akan dialokasikan melalui APBD Perubahan 2026, sehingga pengerjaan fisik dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
Sri menekankan pemenuhan air bersih adalah prioritas utama yang harus diselesaikan di Maratua. Meski belum mampu mencakup seluruh kebutuhan warga secara total, langkah ini menjadi bukti komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan layanan dasar bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Terkait wacana teknologi desalinasi air laut, Sri menjelaskan pemerintah daerah masih melakukan kajian mendalam. Mengingat besarnya biaya investasi dan pertimbangan teknis lainnya, pihaknya memilih langkah yang lebih realistis untuk jangka pendek.
“Tahun ini kita siapkan fondasi dan kebutuhan pendukungnya. Targetnya, pada tahun 2027 proses pemindahan alat pengelola air bersih sudah mulai berjalan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina








