Banjir Sembakung Mulai Surut, Aktivitas Belajar Mengajar akan Kembali Normal

benuanta.co.id, NUNUKAN – Banjir yang menggenangi Desa Tagul dan Desa Atap di Kecamatan Sembakung sejak Jumat (25/11/2022) lalu mulai surut.

Informasi tersebut disampaikan oleh, Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Basir, mengatakan air sungai Sembakung yang meluap mulai mengalami penurunan debit air yakni 3,95 cm.

“Sudah mulai mengalami penurunan, sebelumnya pada data Sabtu (27/11/2022) lalu, debit air mencapai 4,45 cm, dua hari terakhir sudah mulai menyusut,” ujar Basir kepada benuanta.co.id, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga :  Mantan Sekretaris DPRD Nunukan Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan, Kerugian Negara Capai Rp 3,48 M

Sebagaimana diinformasikan sebelumnya, banjir tersebut terjadi lantaran meluapnya sungai yang menghubungkan dua wilayah Negara Malaysia dan Indonesia.

Faktor air sungai meluap disebabkan oleh debit air tinggi lantaran curah hujan yang tinggi dan adanya air kiriman dari wilayah Nabawan Keningau, Malaysia.

Diungkapkannya, untuk batas normal air sungai Sembakung yakni 3 meter. Sementara itu untuk dua RT di Desa Atap yakni RT 6 dan 7 masih sedikit digenangi air.

Baca Juga :  Hamil Usai Disetubuhi Pacarnya, Orang Tua Siswi 16 Tahun di Nunukan Laporkan Pelaku ke Polisi

Sementara itu, Kapolsek Sembakung, Iptu Sunarta mengatakan, banjir yang menggenangi Dua Desa di Kecamatan Sembakung terpantau di lapangan mulai surut.

“Hari ini sudah surut airnya, sisa becek saja di jalan. Untuk aktivas masyarakat Alhamdulillah sudah mulai normal Kembali,” ujar Sunarta.

Sunarta juga menyebut fasilitas umum berupa tiga sekolah yakni SD 01, 03 dan 06 yang berada di Desa Atap yang sempat digenangi air juga sudah mulai surut dan dibersihkan oleh pihak sekolah dan masyarakat setempat.

Baca Juga :  Pedagang di Depan RTP dan Paras Perbatasan Ditertibkan Satpol PP Nunukan

“Mungkin besok anak-anak sekolah sudah bisa mulai kembali melakukan aktivitas belajar,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *