Kemana-mana Naik Perahu, Banjir di Sembakung Perlahan Mulai Surut

Nunukan537 views

NUNUKAN – Warga Desa Atap Kecamatan Sembakung mau tak mau menjalankan puasa ramadan dalam keadaan banjir, yang merendam pemukiman warga Desa Atap sejak Ahad lalu. Banjir yang sudah berangsur surut tiga hari belakangan ini ditengerai kiriman dari Malaysia.

Warga Tembelunu, Rika mengatakan banjir merupakan salah satu hal yang wajar bagi warga Kecamatan Sembakung. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, banjir kali ini dalam suasana ramadan.

“Kami mau kemana-mana harus menggunakan perahu, karena air banjir ini sangat dalam. Tapi Alhamdulillah hari ini air sudah perlahan-lahan surut, semoga saja tidak ada hujan di hulu,” kata Rika.

Baca Juga :  Polisi Mulai Kantongi Petunjuk Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Sebatik

Selain itu, Wati warga Desa Tagul juga merasakan banjir ini di daerahnya sehingga harus membiasakan diri menggunakan perahu bila ada keperluan. “Iya kami mau ke warung untuk belanja ta’jil atau pergi harus pakai perahu kerena banjir,” jelasnya.

Banjir yang setiap harinya mengalami penurunan debit air itu tampak juga di jembatan milik warga yang sudah mulai terlihat. Sebab, di awal banjir melanda Desa Atap, jembatan penyebrangan di desa itu sempat tenggelam dan memtus akses warga. (*)

Baca Juga :  Ratusan Juta Hasil Penjualan Rumput Laut Digelapkan, Pria di Nunukan Selatan Diamankan Polisi

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *