Paskibraka Nunukan Kondisinya Prima Jelang Hari Kemerdekaan

Nunukan58 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Persiapan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Nunukan untuk menjalankan tugas pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus dimatangkan.

Hingga Jumat (14/8/2026), proses pembinaan dan latihan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan berjalan sesuai target. Para calon Paskibraka saat ini telah memasuki tahap Training Center (TC) yang dimulai sejak 4 Agustus 2026.

Kepala Kesbangpol Nunukan, Hasan Basri, mengatakan latihan akan berlangsung hingga 15 Agustus 2026. Dengan demikian, para calon Paskibraka telah menjalani latihan intensif selama lebih dari sepekan.

“Untuk persiapan Paskibraka Kabupaten Nunukan hingga hari ini sudah cukup bagus. Kita sudah mulai memasuki TC pada tanggal 4 Agustus, jadi sudah satu minggu lebih mereka berlatih dan insyaallah tanggal 15 akan berakhir,” ujar Hasan Basri.

Setelah TC berakhir, para anggota Paskibraka akan diberikan waktu sehari untuk beristirahat dan melakukan recoverypada 16 Agustus. Mereka kemudian akan menjalankan tugas utama pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Nunukan Evaluasi Penggunaan Dana Hibah 2026

Hasan menyebut, sejauh ini tidak ada kendala berarti dari sisi fisik, kedisiplinan, kekompakan maupun keterampilan baris-berbaris.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari proses seleksi yang dilakukan sejak awal dengan memilih siswa-siswi yang memiliki kemampuan fisik dan tingkat kedisiplinan yang baik.

Sebagian calon Paskibraka juga telah memiliki pengalaman melalui kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah.

Sementara lainnya mendapatkan pembinaan dari para purna Paskibra di daerah masing-masing maupun melalui pelatihan yang diberikan Satgas Waspada Nasional (Wantas).

“Kendalanya belum ada yang terlalu dikhawatirkan sampai saat ini. Semuanya masih berjalan lancar, karena memang kita sudah menyaring yang fisiknya bagus dan kemudian disiplinnya tinggi, sehingga tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan,” jelasnya.

Meski proses latihan berjalan lancar, Hasan mengakui terdapat tantangan dalam pembinaan Paskibraka tahun ini. Salah satunya adalah keterbatasan waktu latihan akibat efisiensi anggaran.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya masa pelatihan dapat berlangsung hingga sekitar tiga minggu, tahun ini waktu TC dipangkas menjadi kurang lebih dua minggu.

Baca Juga :  Tak Sempat Selamatkan Diri, Pemilik Rumah di Semengkadu Tewas Terjebak Kobaran Api

“Kendalanya adalah waktu yang terbatas akibat efisiensi dana. Kita harus memangkas waktunya. Biasanya kita mengadakan pelatihan sampai tiga minggu, kali ini hanya sekitar dua minggu,” ungkapnya.

Untuk menyiasati keterbatasan waktu tersebut, Kesbangpol bersama tim pelatih meningkatkan intensitas latihan dan menambah waktu latihan. Langkah itu dilakukan agar seluruh materi yang dibutuhkan tetap dapat diberikan kepada calon Paskibraka sebelum menjalankan tugas pada 17 Agustus.

Hasan optimistis seluruh anggota Paskibraka Nunukan mampu menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan Bendera Merah Putih dengan baik.

Keyakinan tersebut didasarkan pada proses pembinaan yang dilakukan secara intensif, mulai dari kedisiplinan, kekompakan hingga kemampuan baris-berbaris. Terlebih, para anggota Paskibraka merupakan siswa-siswi terpilih dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nunukan.

“Saya optimistis mereka bisa melaksanakan tugas itu. Kita sudah melatih mereka kedisiplinan, kekompakan, baris-berbaris dan kita mengambil dari siswa-siswi terbaik yang ada di Kabupaten Nunukan,” tambahnya.

Baca Juga :  Bawa Kabur Uang Penjualan Rumput Laut Rp 180 Juta, Pria Asal Nunukan Ditangkap Polisi di Bandara Soekarno-Hatta

Namun, bagi Kesbangpol, keberhasilan Paskibraka tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus.

Lebih dari itu, proses pembinaan Paskibraka diharapkan menjadi sarana untuk menanamkan nilai kebangsaan, kedisiplinan, tanggung jawab serta kecintaan terhadap Pancasila kepada generasi muda.

Hasan berharap para anggota Paskibraka yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan tidak berhenti setelah menjalankan tugas sebagai petugas upacara.

Mereka diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus duta kebangsaan di tengah masyarakat setelah menyelesaikan tugasnya sebagai Paskibraka.

“Tentu kita berharap pasukan pengibar bendera pusaka ini yang merupakan siswa-siswi terbaik yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Tapi targetnya bukan cuma mengibarkan bendera pada bulan Agustus, tapi lebih utama adalah menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mereka,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *