benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebuah mobil Toyota Hilux bernomor polisi KU 8445 NB terbalik setelah diduga mengalami pecah ban di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan Toko Andi Aluminium, Desa Bukit Aru Indah, Kecamatan Sebatik Timur, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.
Kendaraan yang hilang kendali itu juga menghantam sebuah kios ikan di pinggir jalan.
Beruntung, pengemudi bernama Bustamin (56), warga Desa Sungai Nyamuk, selamat dalam insiden tersebut. Meski kendaraan mengalami kerusakan cukup parah akibat terguling, tidak ada korban luka maupun korban jiwa.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Idris, mengatakan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil melaju dari arah Desa Padaidi menuju Sungai Nyamuk sebelum diduga mengalami pecah ban depan sebelah kanan.
“Dugaan sementara penyebab kecelakaan berasal dari pecahnya ban depan sebelah kanan. Kondisi itu membuat kendaraan tidak lagi dapat dikendalikan sehingga keluar dari badan jalan, terbalik, lalu menghantam kios ikan yang berada di sisi kiri jalan,” kata Idris.
Hasil pemeriksaan sementara juga memastikan tidak ada kendaraan lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Polisi menyimpulkan insiden itu merupakan kecelakaan lalu lintas tunggal yang dipicu gangguan teknis pada kendaraan.
“Petugas tidak menemukan indikasi adanya tabrakan dengan kendaraan lain. Kendaraan kehilangan kendali akibat gangguan teknis yang terjadi saat melaju di jalan,” ujarnya.
Akibat kecelakaan itu, Toyota Hilux mengalami kerusakan cukup berat. Sementara itu, kios ikan yang tertabrak juga mengalami kerusakan. Hingga kini, polisi masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian material.
“Nilai kerugian material masih dalam proses pendataan. Petugas masih melakukan inventarisasi kerusakan kendaraan maupun bangunan yang terdampak akibat kecelakaan tersebut,” jelasnya.
Usai menerima laporan, personel Satuan Lalu Lintas Polres Nunukan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi guna melengkapi proses penyelidikan.
Idris memastikan Bustamin tidak mengalami luka dalam kejadian tersebut. Menurutnya, kondisi itu patut disyukuri mengingat kendaraan sempat terguling setelah keluar dari badan jalan.
“Pengemudi dalam keadaan selamat dan tidak mengalami cedera. Ini tentu menjadi hal yang patut disyukuri karena kecelakaan seperti ini berpotensi menimbulkan akibat yang lebih fatal,” tuturnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi kendaraan sebelum digunakan, terutama bagian ban yang menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan berkendara.
“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa tekanan angin, kondisi tapak ban, dan usia pakai ban sebelum melakukan perjalanan. Kerusakan teknis sekecil apa pun dapat memicu kecelakaan apabila terjadi saat kendaraan melaju dengan kecepatan tertentu,” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pengemudi, tetapi juga kelayakan kendaraan yang digunakan.
“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Pastikan kendaraan benar-benar dalam kondisi layak agar risiko kecelakaan akibat faktor teknis dapat diminimalkan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







