benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Nunukan pada Sabtu (27/6) hingga Minggu (28/6) pagi didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan.
Meski demikian, sejumlah wilayah pedalaman diperkirakan masih berpotensi mengalami hujan, terutama pada malam hingga dini hari.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Nunukan, William Sinaga, mengatakan masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi secara lokal, khususnya di kawasan pedalaman.
“Secara umum kondisi cuaca di Kabupaten Nunukan didominasi cerah berawan hingga berawan. Namun, untuk beberapa wilayah pedalaman masih terdapat potensi hujan, sehingga masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca terbaru dari BMKG,” katanya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Nunukan, Nunukan Selatan, Sei Menggaris, Sebatik, Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Timur, dan Sebatik Utara umumnya akan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari dengan suhu berkisar antara 25 hingga 34 derajat Celsius.
Sementara itu, potensi hujan ringan hingga hujan sedang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah pedalaman seperti Lumbis, Lumbis Ogong, Lumbis Pansiangan, Sembakung, Sembakung Atulai, serta Sebuku, terutama pada pagi atau malam hari. Kelembapan udara di wilayah tersebut juga tergolong tinggi, mencapai 99 hingga 100 persen.
William menjelaskan, meskipun kecepatan angin secara umum relatif rendah, berkisar 4 hingga 12 kilometer per jam, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan ke daerah pedalaman tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan yang datang secara tiba-tiba.
“Perubahan cuaca dapat berlangsung dengan cepat, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik geografis pegunungan dan hutan. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca sebelum beraktivitas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan nelayan, pelaku transportasi sungai, serta masyarakat yang beraktivitas di perairan Nunukan dan Sebatik agar memperhatikan informasi cuaca maritim yang dikeluarkan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi angin maupun cuaca di laut.
“Kita juga menghimbau masyarakat bisa mengakses informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini hanya melalui kanal resmi BMKG agar terhindar dari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Ramli







