benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebuah kapal pengangkut ikan milik Balori (37) yang bersandar di samping Dermaga PLBL Jamaker sempat nyaris karam setelah mengalami kebocoran dan terisi air, Senin (22/6/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.
Peristiwa tersebut membuat pemilik kapal panik karena tidak mampu menguras air yang terus masuk secara mandiri. Dalam kondisi darurat, Balori kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan penanganan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Damkar yang tengah siaga piket di Sektor Tanah Merah segera bergerak ke lokasi dengan membawa peralatan berupa mesin alkon (pompa portable) dan nozel pistol grip untuk melakukan penyedotan air di dalam kapal.
Petugas pemadam kebakaran, Faisal, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan adanya kapal yang nyaris karam akibat kebocoran di sekitar Dermaga PLBL Jamaker.
“Kami langsung menuju lokasi begitu menerima informasi dari pemilik kapal. Setibanya di sana, air sudah cukup banyak masuk ke dalam kapal, sehingga segera kami lakukan penyedotan menggunakan mesin alkon,” ujarnya.
Faisal menjelaskan, penanganan dilakukan secepat mungkin untuk mencegah kapal benar-benar tenggelam serta meminimalisir kerugian yang lebih besar.
“Alhamdulillah penanganan berjalan lancar dan air berhasil dikeluarkan dalam waktu sekitar 30 menit. Kami juga selalu siaga untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu Balori, warga Jalan Imam Bonjol RT 12 Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, mengungkapkan bahwa kebocoran diduga terjadi akibat renggangnya sambungan papan pada badan kapal yang sudah mulai aus.
“Kondisi seperti ini perlu segera mendapatkan perbaikan agar tidak kembali menimbulkan risiko serupa,” ujarnya.
Balori mengaku bersyukur atas cepatnya respons petugas Damkar sehingga kapal miliknya dapat diselamatkan dari kondisi nyaris karam. Ia mengatakan, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting agar lebih memperhatikan kondisi kapal secara rutin.
“Kalau tidak cepat dibantu, mungkin kapal sudah tenggelam. Saya sangat berterima kasih kepada petugas Damkar yang langsung datang dan membantu menguras air di kapal saya,” katanya.
Ia menambahkan, ke depan dirinya akan segera melakukan perbaikan menyeluruh pada bagian badan kapal yang mengalami kerenggangan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Setelah air berhasil dikeluarkan dan kondisi kapal kembali terkendali, pemilik kapal langsung melakukan perbaikan darurat untuk mencegah kebocoran bertambah parah atau kapal kembali kemasukan air. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli








