Kemendagri Dorong Pemda Inovatif Tangani Inflasi dan Pengangguran

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) mendorong pemerintah daerah memperkuat inovasi dan kinerja dalam menangani isu strategis nasional, terutama pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan, dan penurunan tingkat pengangguran.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menegaskan pengendalian inflasi menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Inflasi yang terjaga artinya harga barang dan jasa stabil. Saat ini berada di angka 2,42 persen, itu termasuk yang terbaik,” ujarnya saat menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan di Balikpapan.

Selain inflasi, Tito juga menyoroti pentingnya penanganan pengangguran dan kemiskinan sebagai persoalan mendasar yang harus menjadi prioritas pemerintah daerah.

“Ada survei menyatakan bahwa apa yang menjadi Persoalan masyarakat Nomor satu adalah cost of living, kalau biaya hidup ukurannya adalah inflasi, kenaikan barang dan jasa yang membuat biaya hidup lebih tinggi. Kedua adalah Job opportunity, lebih dari 40 persen masyarakat menghendaki lapangan kerja, baru isu-isu lain,” ujarnya.

Tito menegaskan pemerintah pusat tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan, tetapi juga mendorong daerah untuk lebih inovatif melalui pemberian insentif serta penguatan sistem evaluasi kinerja.

Dalam hal ini, kata dia, BSKDN berperan strategis dalam merumuskan kebijakan berbasis data, melakukan evaluasi kinerja daerah, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif sesuai kebutuhan daerah.

Melalui kegiatan apresiasi tersebut, Kemendagri berupaya memperkuat ekosistem kompetisi yang sehat antar daerah berbasis indikator kinerja terukur.

Ia juga menekankan pentingnya objektivitas dalam proses penilaian agar program berjalan kredibel dan mendapat kepercayaan publik.

“Saya instruksikan agar pemberian insentif dilakukan secara objektif. Jika tidak, kepercayaan terhadap program ini bisa hilang,” ujarnya.

Tito berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga mampu mendorong pemerintah daerah untuk terus berbenah, memperkuat perencanaan, serta menghadirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Apresiasi ini diharapkan memacu daerah untuk berprestasi, menciptakan iklim kompetitif, serta meningkatkan kinerja dalam pengendalian inflasi, penurunan kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Sumber : Antara

 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *