19 tenaga medis RSUD IA Moeis Samarinda positif COVID-19

Kaltim, Kesehatan288 views

Samarinda – Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur mengumumkan sebanyak 19 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis Samarinda terkonfirmasi positif COVID-19.

Ketua Gugus Tugas Syaharie Jaang di Samarinda Selasa mengatakan penemuan kasus tersebut berawal dari hasil “contact tracing” atau penelurusan kontak pada seluruh tenaga kerja kesehatan di rumah sakit IA Moeis pada 9 Juli 2020.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ungkap Kesenjangan Arus Kas JKN Capai Rp2 Triliun per Bulan

“Sebanyak 90 tenaga kesehatan yang dilakukan rapid test dengan IFA dan test swab, dan 19 orang diketahui hasilnya positif,” kata Syaharie Jaang dalam rilis yang dilakukan di rumah jabatan Wali Kota Jalan S Parman.

Dengan kejadian ini, tim gugus menetapkan karantina wilayah di rumah sakit milik Pemkot Samarinda.

Wali Kota Samarinda itu menyebutkan telah terjadi transmisi lokal di RS IA Moeis Kota Samarinda dan terdapat 19 tenaga kesehatan yang telah dinyatakan hasil terkonfirmasi positif.

Baca Juga :  Dirut BPJS Kesehatan: Media Punya Peran Strategis Perkuat Literasi Publik tentang JKN

Saat ini tim surveilans Dinas Kesehatan Kota Samarinda telah melakukan contact tracing kepada seluruh anggota keluarga dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit milik Pemkot Samarinda itu.

“Dinas Kesehatan akan menetapkan karantina wilayah di Rumah Sakit IA Moeis dan akan melakukan telusur kontak ke seluruh tenaga kesehatan dan keluarganya,” bebernya.

Direktur Utama RS IA Moeis Syarifah Rahimah mengatakan bahwa hasil swab dari 90 tenaga medisnya belum semuanya keluar dan dimungkinkan bisa bertambah.

Baca Juga :  Media Workshop, BPJS Kesehatan Kupas Tuntas Layanan Jantung Canggih bagi Peserta JKN

Sebagai antisipasi, pihaknya membuat kebijakan untuk menutup seluruh pelayanan yang ada di rumah sakit tersebut.

“Pelayanan RS kami sempat ditutup namun khusus untuk layanan IGD selama dua hari, namun saat ini kami telah menutup seluruh layanan medis untuk memutus mata rantai penularan,” pungkas Syarifah. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *