PT Benuanta Kaltara Jaya Paparkan Modal yang Diterima ke Polda Kaltara

Hukrim, Kabar Kaltara2,917 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Guna memperjelas masalah yang ada, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara meminta klarifikasi ke beberapa pihak. Salah satunya  milik Pemerintah Provinsi Kaltara yakni PT Benuanta Kaltara Jaya (Perseroda)

Komisaris PT Benuanta Kaltara Jaya, Dr Arif Jauhar Tontowi mengatakan telah menjalani pemeriksaan. Didalam surat yang diterimanya berupa klarifikasi penyertaan modal pada PT Benuanta Kaltara Jaya sejak tahun 2019 sampai 2021.

“Jadi saat diperiksa saya tidak ditanyakan terlalu jauh. Pemeriksaannya masih formal itu tentang pengangkatan, peraturan bahkan saya tanyakan ini masalahnya apa sih,” ucap Arif Jauhar Tontowi kepada benuanta.co.id, Selasa 10 Mei 2022.

Baca Juga :  Speedboat Race Jadi Etalase Sport Tourism Kaltara

“Katanya ada laporan masyarakat jadi kita diminta klarifikasi, tapi kami tidak diinformasikan apa yang dilaporkan. Saya juga tidak tahu masalahnya,” sambungnya.

Dia mengatakan di tahun 2019 lalu, PT BKJ telah mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 2,5 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 1,5 miliar dan diakhir 2021 sebanyak Rp 1 miliar. Modal itu sendiri diperuntukkan ke beberapa kegiatan diantaranya properti, konstruksi dan perdagangan umum.

Baca Juga :  Kelompok Rentan Diminta Waspada Dampak Kabut Asap

“Itu kita diberikan 3 kali sehingga total penyertaan modal kita sebesar Rp 5 miliar,” sebutnya.

Kemudian anggaran yang dikelola lainnya adalah dana hibah dari Pemprov Kaltara sebanyak Rp 4 miliar pada tahun 2021, yang digunakan untuk proyek pembangunan pengolahan limbah B3 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kalau itu nanti dibangun pengolahan limbah atau insinerator, ini perlu dana pendamping beli tanahnya melakukan Amdal dan infrastruktur inilah yang dibantu Pemprov Kaltara,” tuturnya.

Baca Juga :  Selundupkan Sabu ke Pulau Nunukan, Pria Asal Sebatik Barat Diamankan Polisi di Pelabuhan Bambangan

Arif Jauhar Tontowi menambahkan untuk profit selama ini terdapat di tahun 2021 sebesar Rp 700 juta lebih yang berasal dari bidang konstruksi. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *