Porlasi Kaltara: Banyak Peluang tapi Persiapan Belum Maksimal

Kabar Kaltara145 views

TARAKAN – Provinsi Kaltara juga akan mengirim cabang olahraga (cabor) layar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) PAPUA XX tahun 2021 mendatang. Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Kaltara sebut persiapan belum maksimal.

Ketua Umum Porlasi Kaltara, H Widodo Dwi Santoso mengatakan, pelatihan pada cabor layar dilakukan seperti biasa dengan masa latihan seminggu tiga kali.

“Kita lakukan pelatihan yakni 1 kali latihan dasar pada hari minggu, sedangkan Selasa dan Kamis ada latihan kering untuk fisik dan sebagainya,” ujar Widodo.

Baca Juga :  Pramuka Benuanta Diajak Bangga Rupiah dan Jaga Jati Diri Bangsa

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi latihan cabor layar belum maksimal, salah satunya adalah pandemi Covid-19 yang belum mereda dan peralatan penunjang lainnya.

“Kita belum berani maksimal latihan, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19, lalu sampai saat ini kita juga belum mendapatkan suplemen ataupun biaya agar latihan bisa maksimal,” terangnya.

Dijelaskan Widodo, Saat ini atlet masih dititipkan untuk berlatih di Tanjung Batu, Kabupaten Berau. Karena memiliki lokasi yang mendukung dan bagus, lalu sparingnya ada.

Baca Juga :  Karhutla di Bulungan Seluas 515 Ha, BPBD Kaltara Belum Tau Penyebabnya

“Atlet yang ikut PON 2021 ada 4 orang, ditemani oleh 1 pelatih disana (Berau) dan kita akan melakukan try out pada bulan Agustus 2021, kebetulan ada event dari 1 sampai 4 Agustus 2021 di Jakarta,” sebutnya

Widodo lanjut menjelaskan, untuk kelas Laser 4.7 diikuti oleh atlet bernama Faisal, lalu Rivaldi di kelas Optimis dan Ikwan bersama Ramadani di kelas 420 Internasional.

Baca Juga :  Industri Mikro dan Kecil di Kaltara Serap 11.752 Tenaga Kerja, Didominasi Pekerja Perempuan

“Atlet kita berpeluang di setiap kelas yang dilombakan, lawan terbaik ada Kaltim, Banten, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat. Kendala saat ini persiapan tidak maksimal peralatan penambah atau cadangan, seperti tali temali, tiang, dan layarnya, karena pembelian dari luar negeri, tidak ada di lokal,” tutupnya.(*)

Reporter: Matthew Gregori Nusa
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *