Standar Nilai Masuk SMA Garuda Kaltara Lebih Rendah Dibandingkan Jawa dan Sumatera

benuanta.co.id, BULUNGAN – Standar nilai masuk SMA Garuda di Kalimantan Utara diusulkan lebih rendah dibandingkan daerah lain.

Jika di sejumlah wilayah seperti Jawa dan Sumatera rata-rata nilai yang dipersyaratkan mencapai 90, untuk Kaltara batas nilai yang diusulkan berada di angka 85.

Hal itu dikatakan Anggota Komisi VII DPR RI, Rahmawati, usulan tersebut diajukan dengan mempertimbangkan perbedaan kondisi pendidikan antara daerah maju dan wilayah yang masih berkembang seperti Kaltara.

Baca Juga :  Industri Mikro dan Kecil di Kaltara Serap 11.752 Tenaga Kerja, Didominasi Pekerja Perempuan

Menurut dia, perbedaan tersebut tidak terlepas dari akses pendidikan dan fasilitas pendukung yang tersedia bagi pelajar di masing-masing daerah.

“Anak-anak di daerah lain memiliki lebih banyak kesempatan mendapatkan tambahan wawasan dari kegiatan ekstrakurikuler maupun fasilitas pendidikan yang lebih lengkap,” jelasnya, Kamis (12/3/2026).

Selain memperjuangkan standar nilai, Rahmawati juga mendorong adanya kuota bagi pelajar lokal dalam penerimaan peserta didik di SMA Garuda yang akan dibangun di Kaltara.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Potensi Gempa di Kaltara, Dua Sesar Aktif Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, jumlah peserta didik yang diterima diperkirakan sekitar 200 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen di antaranya disiapkan bagi siswa asal Kaltara, sementara sisanya berasal dari luar daerah.

Rahmawati menilai keberadaan SMA Garuda di Kaltara menjadi peluang bagi pelajar daerah untuk mengakses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Karhutla di Bulungan Seluas 515 Ha, BPBD Kaltara Belum Tau Penyebabnya

“Makanya kita dorong agar anak-anak Kaltara juga mendapat kesempatan yang sama untuk masuk ke sekolah ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif mencari informasi terkait proses pendaftaran agar kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pelajar di daerah.

“Masih banyak yang belum mengetahui informasi pendaftaran ini, sehingga perlu disebarluaskan agar lebih banyak anak-anak kita bisa mendaftar,” tutupnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *