“Kita akan menempuh jalur berbeda jika semuanya tidak disepakati dan diselesaikan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (8/5).
Saat ditanya apakah AS akan kembali menjalankan operasi Project Freedom, Trump menjawab, “Saya rasa tidak,” seraya menambahkan langkah tersebut masih mungkin dilakukan.
Trump mengatakan Pakistan, yang menjadi mediator perundingan AS-Iran, meminta Amerika Serikat untuk tidak melanjutkan operasi militernya.
“Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika semuanya tidak berjalan baik,” katanya.
Trump menambahkan operasi itu dapat berubah menjadi Project Freedom Plus, yang berarti operasi tersebut akan diperluas, meski ia tidak menjelaskan langkah tambahan yang dimaksud.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel pada 28 Februari melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk.
Ketegangan itu juga menyebabkan penutupan Selat Hormuz, jalur penting pasokan energi global.
Pada 8 April, gencatan senjata mulai berlaku melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang ditentukan.
Sejak 13 April, Angkatan Laut AS memblokade lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.
Pada Selasa, Trump mengumumkan bahwa militer AS akan menghentikan sementara Project Freedom yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi kapal komersial di Selat Hormuz, tetapi menegaskan blokade AS tetap “berlaku penuh.”
Sumber: Anadolu / Antara







