Militer AS mulai Blokade Pelabuhan Iran di Tengah Gencatan Senjata

Tokyo – Amerika Serikat (AS) pada Senin (13/4) memulai blokade angkatan laut terhadap semua lalu lintas maritim yang berupaya masuk atau keluar dari pelabuhan Iran di tengah gencatan senjata antara kedua belah pihak.

Langkah tersebut meningkatkan kemungkinan kedua negara terseret ke dalam konfrontasi baru di sekitar Selat Hormuz, serta mengancam kelangsungan gencatan senjata sementara.

Blokade tersebut dikonfirmasi oleh Presiden AS, Donald Trump, saat berbicara kepada wartawan di Washington. Keputusan itu diambil setelah pembicaraan tingkat tinggi antara AS dan Iran selama akhir pekan berakhir tanpa terobosan.

Baca Juga :  Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah jadi 4.561

Trump mengatakan langkah itu bertujuan membuka kembali Selat Hormuz guna menurunkan harga bensin global dan menekan Iran agar kembali ke meja perundingan. Ia menegaskan tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.

Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan yakin Iran akan setuju untuk meninggalkan ambisi nuklirnya. Ia menambahkan bahwa pihak yang tepat di Iran telah menghubungi AS pada pagi hari dan menyatakan keinginan untuk mencapai kesepakatan.

“Kita tidak bisa membiarkan suatu negara memeras atau mengancam dunia, karena itulah yang mereka lakukan. Mereka benar-benar memeras dunia. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi,” ucap Trump.

Baca Juga :  Menlu RI dan Iran Bahas Situasi Regional dan Global

Setelah kegagalan perundingan di Pakistan, Trump memperkeras sikap terhadap Iran, yang menutup Selat Hormuz bagi kapal tanker sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada akhir Februari.

Penutupan selat tersebut, ditambah dampak kegagalan pembicaraan damai, mendorong kenaikan tajam harga bensin, pangan, dan berbagai komoditas di seluruh dunia.

Sebelumnya pada Senin, Trump kembali mengancam melalui media sosial bahwa kapal perang Iran yang mendekati kapal AS dalam operasi blokade akan segera dihancurkan.

Baca Juga :  Serangan AS di 5 Provinsi Iran Tewaskan 14 Orang dan Lukai 78 Lainnya

Komando Pusat Militer AS menyatakan blokade diberlakukan tanpa pandang bulu terhadap kapal dari semua negara yang keluar masuk pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Pekan lalu, Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata dua pekan. Namun, kedua negara masih berselisih terkait syarat-syarat kesepakatan tersebut.

Iran bereaksi keras terhadap ancaman terbaru dari AS. Pasukan Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa setiap pendekatan kapal militer ke arah Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak tegas.

Sumber: Kyodo/Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *