Musim Kemarau di Nunukan akan Berlangsung hingga Maret

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau yang kini melanda Kabupaten Nunukan diperkirakan akan berlangsung hingga Maret 2024 mendatang.

Kepala BMKG Nunukan William Sinaga mengatakan, Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik tiap tahunnya mengalami musim kekeringan di awal tahun.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1923 votes

“Kalau kita di Nunukan, curah hujan rendah sudah terjadi sejak Januari hingga Februari ini,” kata William Sinaga kepada benuanta.co.id, Senin (26/2/2024).

Baca Juga :  1.990 WBP di Kaltara Dapat Remisi Lebaran Idulfitri 1445 H, 9 Orang Langsung Bebas

William menyampaikan, kemarau yang terjadi di Pulau Nunukan dan Sebatik berdasarkan data 30 tahun terakhir selalu berlangsung di bulan Febuari hingga Maret dan mengalami kurang curah hujan atau kekeringan.

Dijelaskannya, hal ini dilihat dari perhitungan dasarian dihitung 10 hari setiap bulan atau selama sebulan ada 3 dasarian. Di Februari hingga dasarian 2 pada 20 Februari 2024 curah hujan di bawah 50 milimeter.

“Jadi artinya, untuk Pulau Sebatik dan Nunukan saat ini memasuki musim kekeringan, ini perhitungan bisa maju bisa mundur,” ungkapnya.

Ia menyampaikan jika berdasarkan perkiraan cuaca, musim kekeringan ini akan berlangsung hingga Maret mendatang.

Baca Juga :  Satlantas Nunukan Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas Pawai Takbir Keliling

“Jadi diperkirakan, untuk Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik curah hujan akan naik itu di bulan April,” ucapnya.

Dibeberkannya, untuk kategori curah hujan rendah mulai dari 0 hingga 20 mm, 20 hingga 50 mm dan 50 hingga 100 mm. Kemudian, kategori menengah 100 hingga 150 mm, 150 hingga 200 mm dan 200 hingga 300 mm. Dan kategori tinggi 300 hingga 400 mm dan 400 hingga 500 mm.

“Jadi satu milimeter hujan berarti air hujan yang turun di wilayah seluas satu meter persegi. Sementara curah hujan tinggi itu terjadi ketika hujan setiap dasarian diatas 50 mm per 10 hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Disdik Nunukan Imbau Pelajar Isi Libur Lebaran dengan Kegiatan Positif

Sedangkan untuk kekeringan selama 20 hari curah hujan kurang dari 50 mm yang dipatok selama 3 dasarian 150.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG sejak Januari 2024 berdasarkan takaran hujan di Nunukan jumlah curah hujan 129,3 mm. Sehingga, kondisi ini masuk kategori kemarau.

“Kalau untuk bulan Februari terhitung sampai tanggal 20 ini,  curah hujan masih 101 mm. Jadi masih kurang 49 mm agar masuk musim hujan, jadi saat ini masih musim kemarau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *