Tekan Stunting lewat Pemberian Vitamin pada Balita

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di Posyandu merupakan upaya meningkatkan akses pelayanan kesehatan dan bagian dari strategi penurunan kematian dan masalah gizi balita.

Sub Koordinator Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Nunukan, Yuliani Uptalubin mengatakan Kementerian Kesehatan menetapkan penyelenggaraan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan secara rutin setiap bulan. Di mana pada Febuari dan Agustus terintegrasi dengan pemberian vitamin A pada bayi dan balita.

Baca Juga :  Transaksi di Indonesia Wajib Pakai Mata Uang Rupiah

Pemberian suplementasi vitamin A untuk bayi pada usia 12 hingga 59 bulan dilakukan secara serentak pada bulan Febuari dan Agustus di Posyandu.

Pemberian vitamin A kapsul biru (100.000 IU) diberikan untuk bayi usia 6 hingga 11 bulan, sedangkan vitamin A kapsul merah (200.000 IU) diberikan untuk balita usia 12 hingga 59 bulan.

“Di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan di lapangan sudah siap, baik itu vitamin A pada kapsul biru dan vitamin A kapsul merah,” kata Yuliani, Rabu, 7 Februari 2024.

Baca Juga :  70 Rumah Tidak Layak Huni di Nunukan Tahun Ini akan Direnovasi

Lanjutnya, ada sekitar 3.759 balita yang menjadi sasaran di Kabupaten Nunukan untuk diberikan vitamin A pada kapsul biru dan vitamin A kapsul merah.

Sedangkan di daerah perbatasan dan terpencil dalam memudahkan balita mendapatkan vitamin A, maka perangkat di Puskesmas akan mendatangi rumah sasaran sehingga untuk mencapai target 100 persen.

“Saya berharap kepada orang tua agar mau mendatangi Posyandu di sekitar rumahnya untuk mendapatkan vitamin A, dengan sadar bahwa vitamin A ini sangat bermanfaat bagi kecerdasan anak untuk masa depannya, serta dapat mencegah stunting,” jelasnya.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, Pelaku UMKM Ini Terpaksa Menutup Warung Makannya 

Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang mempunyai balita untuk datang setiap bulan  melakukan penimbangan berat badan balita, jika kita mendapatkan pertumbuhan yang tidak sesuai maka segera mendapatkan penanganan secara dini. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *