Status Kerawanan Bencana Provinsi Kaltara Masuk Level Menengah

benuanta.co.id, BULUNGAN – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memang terkenal dengan tingkat kerawanan bencana alam yang cukup tinggi. Bencana banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kerap terjadi hampir setiap tahun pada hampir semua kabupaten kota di provinsi ini.

Walaupun begitu Provinsi Kaltara dalam catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk kebencanaan Provinsi Kaltara masih tergolong dalam level bencana menengah.

“Berdasarkan hasil mitigasi bencana di Kaltara sepertinya hampir semua kabupaten kota itu sama yaitu banjir, tanah longsor dan Karhutla, tapi relatif lebih kecil,” ujar Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto kepada benuanta.co.id, Rabu, 7 Februari 2024.

Baca Juga :  Usulan CASN Kaltara Sudah Masuk ke Kemenpan RB, Jumlahnya 1.468 Formasi

Meski memiliki kerawanan yang menengah, pihaknya meminta semua pihak bekerja sama dalam menekannya. Jika dilihat dari catatan mitigasi bencana, terdapat harapan bahwa bencana tersebut dapat dicegah, karena disebabkan oleh ulah manusia.

Oleh karena itu, para pihak berwenang harus terus berupaya untuk melakukan mitigasi dan pencegahan bencana.

“Disini harus lebih bersyukur karena tidak ada gunung meletus, karena dibandingkan daerah lain itu semua bencana didunia ada seperti di Sumatera itu selain banjir dan Karhutla disitu ada patahan Megatras dan gunung berapi,” paparnya.

Baca Juga :  Nilai Investasi di Kaltara Selama Tahun 2023 Tercatat Rp 27 Triliun

Mantan Panglima Kodam V/Brawijaya ini meminta semua pihak lebih waspada lantaran kondisi seperti saat ini, khususnya pada awal tahun, bahaya bencana hidrometrologi basah yang meliputi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem mudah mengancam.

“Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh BNPB dari tahun ke tahun, banjir menjadi bencana nomor satu yang kerap melanda Kaltara,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemprov Anggarkan Binlat Akpol dan Akmil di Kaltara

Sebagai kesimpulan, warga Kaltara dan pihak berwenang perlu bekerja sama untuk terus melakukan mitigasi dan pencegahan bencana, terutama bencana banjir yang kerap melanda setiap tahunnya.

“Oleh karena itu, kesadaran dan tanggung jawab bersama warga dan pemerintah menjadi kunci utama dalam mengatasi peningkatan kasus bencana alam di Kaltara,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *