Hadirkan Menara BTS di Tengku Dacing, Pemkab KTT Target Zero Blank Spot  

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Wujudkan Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang modern dan berbasis digital, Bupati KTT Ibrahim Ali terus melakukan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS), untuk memenuhi kebutuhan jaringan internet di setiap desa yang ada di KTT.

Baru-baru ini Pemkab Tana Tidung kembali meresmikan pembangunan menara BTS yang ada di Desa Tengku Dacing. Atas kesuksesan ini, bupati pun mengucapkan rasa syukurnya dan berkomitmen untuk menghilangkan status blank spot di wilayah KTT.

Baca Juga :  Realisasi Program KTT Digital Capai 100 Persen, Bebas Zona Blank Spot

“Tentu kita sangat berkomitmen, karena kita sangat ingin KTT ini maju dan modern. Di mana setiap masyarakatnya sudah bisa menikmati jaringan internet sesuai dengan kemajuan peradaban saat ini,” kata Ibrahim Ali, kepada benuanta.co.id, Selasa, 10 Januari 2023.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Telekomunikasi Informasi (Kominfo) KTT, Uus Rusmanda mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi desa di KTT yang tidak memiliki jaringan internet.

Baca Juga :  Realisasi Program KTT Digital Capai 100 Persen, Bebas Zona Blank Spot

Hal itu dikarenakan, sudah ada 14 menara BTS yang terbangun di KTT yang jaringannya sudah menjangkau semua desa yang ada di KTT.

“Terakhir itu menara BTS di Tengku Dacing yang kita bangun. Alhamdulilahnya setelah uji coba ternyata berhasil. Baik jaringan provider Telkomsel, Indosat dan XL sudah terjangkau di sana,” kata pria yang akrab disapa UUS.

Ia menambahkan setelah pembangunan menara BTS di Tengku Dacing, progres selanjutnya yang akan dilakukan oleh Pemkab Tana Tidung bersama Kominfo yaitu memastikan tenaga listrik masuk di setiap desa. Pasalnya, saat ini beberapa desa yang memiliki menara BTS, masih mengandalkan energi listrik genset untuk menghidupkan daya pada menara BTS.

Baca Juga :  Realisasi Program KTT Digital Capai 100 Persen, Bebas Zona Blank Spot

“Seperti Tengku Dacing dan sekitarnya, itu masih mengandalkan genset. Makanya kita upayakan listrik untuk segera masuk di sana, jadi jaringan internetnya sudah bisa aktif 24 jam,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *