Masyarakat Keluhkan Akses dan Biaya Pengurusan SIM Sulit di KTT

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Kepolisian Sektor (Polsek) Sesayap Hilir KTT, menggelar dialog terbuka untuk mendengarkan curhatan masyarakat.

Dalam dialog terbuka itu, kebanyakan masyarakat KTT mengeluhkan hal-hal yang berkaitan dengan kepengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan pelayanan balik nama kendaraan. Di mana untuk melakukan kedua hal itu, masyarakat KTT harus mengeluarkan banyak biaya karena harus mengurusnya di Polres Bulungan.

“Hal-hal ini yang ternyata paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat. Bukannya tidak mau mengurus SIM atau surat kendaraan tapi mereka terbatasi oleh akses dan biaya,” kata Kapolsek Sesayap Hilir Ipda Agung Wahyudi.

Baca Juga :  Dipinjamkan Gedung, KPU Kaltara Apresiasi Pemkab Tana Tidung

Ia mengatakan untuk saat ini, baik Polsek maupun Polres KTT, belum bisa melakukan pelayanan-pelayanan yang dikeluhkan oleh masyarakat itu.

Selain karena kedua pelayanan itu bukan bagian dari tanggung jawab Polsek, terbentuknya Polres KTT juga menjadi hambatan tersendiri dalam membuka akses pelayanan itu.

“Polres KTT belum bisa melakukan pelayanan seperti itu, karena baru terbentuk pada bulan November lalu, sehingga untuk sementara ini pelayanan SIM dan surat kendaraan masih dilakukan di Polres Bulungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dipinjamkan Gedung, KPU Kaltara Apresiasi Pemkab Tana Tidung

“Tapi bukan selamanya akan seperti itu, karena di Polres KTT sendiri kita juga sedang melakukan secara bertahap pembangunan pelayanannya. Jadi mungkin tahun depan warga KTT sudah bisa mengurus SIM dan surat kendaraan di KTT,” tambahnya.

Diakui oleh Kapolsek sendiri, saat ini masih banyak masyarakat KTT yang belum memiliki SIM dan balik nama surat kendaraan. Meski demikian, dirinya masih memaklumi hal itu, mengingat masih sulitnya mengurus SIM dan surat kendaraan di KTT.

Baca Juga :  Dipinjamkan Gedung, KPU Kaltara Apresiasi Pemkab Tana Tidung

“Memang Polri sendiri sudah ada pelayanan berbasis onlinenya, tapi untuk mengambil fisiknya masyarakat tetap harus datang ke Bulungan dan hal inilah yang selama ini menjadi kendala masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *