Pelengsengan Pelabuhan Sebawang Mudahkan Pelayanan Kapal Feri

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Maksimalkan pelayanan kapal feri di pelabuban Sebawang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung melakukan pelengsengan pembangunan pada dermaga sandar pelabuhan Sebawang.

Selama ini akses pelabuhan Sebawang yang menjadi lokasi berlabuhnya kapal feri rute Kabupaten Tana Tidung (KTT)-Kota Tarakan, masih berupa agregat. Sehingga guna memaksimalkan pelayanan pelangsengan dan pemeliharaan pada dermaga perlu dilakukan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2018 votes

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KTT Arief Prasetiawan mengatakan pelengsengan yang dilakukan bertujuan untuk memudahkan para penumpang untuk berlabuh di Sebawang.

“Jika tidak dilakukan biasanya penumpang kapal feri harus menunggu pasang-surut air sungai untuk berlabuh. Tapi dengan kondisi dermaga yang sudah dilengsengkan, maka penumpang sudah bisa turunn dari kapal tanpa harus menunggu air pasang,” kata Arief pada Selasa (26/3/2024).

Meski pelengsengan yang dilakukan kali ini hanya bersifat sementara, namun Arief menegaskan pihaknya juga akan berupaya melakukan pelengsengan secara permanen, agar pelabuhan Sebawang dapat beroperasi dengan maksimal.

“Upaya itu tentu akan kita lakukan karena pelabuhan Sebawang sendiri juga sudah memberikan kontribusi kepada daerah dan menjadi lokasi sentral bagi berlabuhnya kapal feri saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain pelabuhan Sebawang, nantinya Pemkab KTT juga akan melakukan pembangunan empat pelabuhan besar yang bekerja sama dengan pemerintah pusat.

Empat pelabuhan besar itu diwacanakan akan dibangun di kawasan Desa Bebatu.

“Di Desa Bebatu akan dibangun pelabuhan peti kemas dan material. Di Sebawang pelabuhan penyeberangan kapal feri, di Tideng Pale pelabuhan penumpang dan di Tana Lia pelabuhan sungai. Semua ini masih berproses, makanya studi terus kita lakukan di kawasan itu,” jelasnya.

“Saat ini kita juga sedang mengumpulkan data untuk selanjutnya diserahkan ke kementerian terkait, untuk memastikan layak atau tidak. Tapi kami optimistis layak, sehingga pembangunan fisiknya bisa lakukan di tahun 2025,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *