Peringati HUT Kaltara dan Malinau, Ketua DPRD Malinau Ping Ding Ajak Milenial Cintai Batik Lokal

benuanta.co.id, MALINAU – Dalam rangka memperingati HUT Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang ke-10 dan HUT Kabupaten Malinau yang ke-23, Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar lomba membatik yang diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat Malinau.

Saat dikonfirmasi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Malinau, Ping Ding mengatakan selain untuk memperingati HUT Kaltara dan Malinau. Lomba membatik ini juga bertujuan untuk memperkenalkan batik Khas Malinau.

“Sebagai warga lokal tentunya kita harus berbangga diri, karena Malinau memiliki batik khasnya sendiri dan tentunya saya juga sangat mengapresiasi peserta lomba yang begitu semangat mengikuti lomba membatik ini,” ujar Ping Ding saat dihubungi pada Jumat, 21 Oktober 2022.

Baca Juga :  Sempat Dilaporkan Hilang, Polres Malinau Berhasil Temukan TA di Desa Batu Lidung

Ia menambahkan lomba membatik ini juga harus bisa membuat masyarakat Malinau sadar akan pentingnya mencintai produk Daerah dan menjaga kelestarian produk lokal.

“Kita sama-sama tahu perjuangan saat mematenkan batik khas Malinau ini, sehingga sebagai warga lokal kita harus bisa menjaga dan memperkenalkan batik kita ke Masyarakat lainnya yang ada di luar Daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Keluhan Sopir Truk, Kapolres Malinau Datangi SPBU di Malinau Seberang

Saat hadir dalam kegiatan lomba membatik ini, orang nomor satu di DPRD Malinau itu juga menyempatkan diri untuk ikut mencoba membatik. Di mana diakui oleh Ping membatik dengan pola khas Malinau sangatlah sulit dan membutuhkan keterampilan khusus serta pengalaman yang baik.

Sehingga ia pun berharap, kalau ke depannya akan sebagai banyak anak muda Malinau yang bisa mengikuti program pelatihan membatik yang sudah disiapkan oleh Pemkab Malinau.

Baca Juga :  Polres Malinau Kembali Temukan Anak Kabur dari Rumah

“Artinya generasi kita juga harus bisa dan ahli dalam membuat batik khas Malinau, karena jika terus mengandalkan generasi lama. Maka batik khas Daerah kita ini bisa semakin tertinggal dan terlupakan,” bebernya lagi.

“Oleh karena itu dengan adanya program membatik yang sudah disiapkan oleh Pemerintah, saya mengajak anak muda Malinau untuk ikut melestarikan batik khas Malinau,” pungkasnya.(*)

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *