benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan memastikan seluruh toko vape legal yang telah diperiksa di Kota Tarakan tidak ditemukan menjual liquid mengandung etomidate. Meski demikian, lembaga tersebut mengungkap peredaran zat berbahaya itu justru berlangsung melalui jaringan tertutup dari tangan ke tangan sehingga sulit dideteksi.
Kepala BNNK Tarakan, Evon Maternik mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap tujuh toko vape yang beroperasi secara resmi di Tarakan. Sampel liquid dari masing-masing toko telah dikirim ke laboratorium untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan etomidate.
“Hasilnya bagus. Khusus Kota Tarakan, dari tujuh toko vape yang kami ambil sampelnya tidak ada yang positif mengandung etomidate,” ujarnya.
Menurutnya, hasil tersebut sekaligus meluruskan anggapan bahwa produk yang dijual di toko resmi menjadi sumber utama peredaran etomidate. Ia menegaskan seluruh produk yang diperiksa merupakan barang legal dengan izin dan cukai yang sesuai ketentuan.
Justru yang menjadi perhatian BNNK adalah peredaran liquid ilegal yang tidak dipasarkan secara terbuka. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, transaksi berlangsung melalui jaringan tertentu dengan sistem rekomendasi dari mulut ke mulut.
“Ini barang black market. Peredarannya hand to hand, dari mulut ke mulut. Tidak mungkin dijual di toko resmi karena mereka tahu itu barang ilegal,” terangnya.
Evon menjelaskan, pola distribusi seperti itu membuat pengawasan menjadi lebih sulit karena pembeli dan penjual umumnya sudah saling mengenal. Barang juga tidak dipromosikan melalui etalase toko ataupun jalur penjualan resmi.
Ia mengimbau masyarakat, terutama pengguna vape, agar lebih berhati-hati membeli liquid yang tidak jelas asal-usulnya. Sebab, secara kasat mata liquid yang telah dicampur etomidate hampir tidak memiliki perbedaan aroma maupun tampilan dengan liquid biasa.
“Kalau aromanya ya hampir sama karena biasanya dicampur aroma buah. Yang membedakan justru dampaknya setelah dipakai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli






