25 Ibu PKK dan Organisasi Wanita di Pulau Sebatik Diberikan Pelatihan Membatik

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sebanyak 25 Orang Anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Organisasi Wanita di Kecamatan Sebatik mendapatkan Pelatihan membatik yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan yang diwakili oleh Sekretaris Yuliana, mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya telah melakukan pelatihan membatik kepada ibu-ibu PKK dan Organisasi Wanita yang ada di Pulau Sebatik.

Baca Juga :  Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, BI Siapkan Rp 6 Miliar untuk 5 Pulau Terluar di Kalimantan

“Kami melakukan pelatihan di Water Park Desa Sei Manurung s selama dua hari, ini bertujuan untuk pengembangan kegiatan masyarakat dan meningkatkan SDM di wilayah perbatasan,” kata Yuliana, Ahad (2/10/2022).

Pelatihan tersebut meningkatkan pembinaan kemandirian masyarakat di Desa-desa dan pengembangan kegiatan masyarakat di kabupaten Nunukan dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam keluarga serta meningkatkan kualitas keluarga.

“Dalam Pelatihan yang dilaksanakan melibatkan instruktur yang berkompeten yakni Rahayu yang berasal dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Cemerlang sekaligus salah satu penggiat batik di Nunukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kabel Semrawut Dinilai Jadi Polusi Visual, Akademisi Dorong Penataan Bertahap di Tarakan

Dalam kegiatan tersebut para peserta yang terdiri dari kalangan Ibu-bu mendapatkan paparan teori dasar, desain batik, teknik produksi batik, pewarnaan, finishing, kemudian diakhiri dengan praktik dan evaluasi.

Selain itu Owner Batik Lulantatibu Cipratan Nunukan, Rahayu Suryani, berharap para generasi penerus mampu meningkatkan kreatifitas dalam membatik sebab selain diberikan pelatihan, kegiatan ini juga diisi dengan materi pengenalan membatik menampilkan ragam kreasi kreatif corak batik.

Baca Juga :  PT Pertamina EP Tarakan Field Promosikan Batik Kubedistik ke Forum Nasional

Menurut dia generasi penerus merupakan harapan utama dalam pelestarian batik sebagai salah satu budaya Indonesia. Terlebih generasi saat ini telah terfasilitasi banyak akses ke berbagai penjuru negara untuk meningkatkan popularitas batik.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *