Minta Penambahan Kuota Solar, Pemkab Tana Tidung Surati BPH Migas

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung menyurati Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) terkait kondisi stok bio solar yang ada di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Diketahui saat ini, KTT hanya mendapatkan stok penyaluran bio solar sebanyak 20 ton saja. Jumlah tersebut merupakan yang terkecil di antara daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Oleh karena hal itu juga, Pemkab Tana Tidung bersama dengan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop) meminta adanya penambahan stok bio solar kepada BPH Migas.

Baca Juga :  BUMDes Balansiku Curi Perhatian, Usaha Ayam Petelur jadi Model Penguatan Ekonomi Desa

“Karena jatah 20 ton itu sangat kurang dan tidak dapat mencukupi kebutuhan kendaran-kendaraan. Makanya melalui rekomendasi bupati, kita di Disperindagkop menyurati BPH Migas, terkait penambahan kuota,” Kata Kabid Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, Rico pada Jumat, 29 Juli 2022.

Melalui surat itu, pria yang akrab disapa Rico itu membeberkan Pemkab Tana Tidung meminta adanya penambahan jatah bio solar kepada BPH Migas sebanyak 100 ton, sama dengan BBM jenis lainnya.

Baca Juga :  KUR BRI Tumpuan UMKM, Permintaan Modal Usaha di Nunukan Meningkat

“jika tidak ditambah, maka yang kasian masyarakat juga. Karena mereka harus mencari bio solar dari daerah lain dan terkadang harganya lebih mahal jika membelinya di pangkalan,” bebernya.

Sedangkan untuk BBM jenis lainnya, Rico mengklaim masih aman. Dimana semua ketersediaan BBM pertalite masih banyak tersedia dan beredar di masyarakat.

“Kalau pertalite kita aman saja, bio solar kita yang mengalami kelangkaan dan hal itu disebabkan jatah solar untuk KKT memang sangat sedikit,” pungkasnya.

Baca Juga :  Karantina Kaltara Buka Klinik Ekspor dan Fasilitas Gratis di Bandara

Salah satu sopir truk yang ditemui oleh benuanta.co.id, Ade mengatakan kalau dirinya selama ini bahkan tidak pernah membeli solar dari wilayah KTT.

“Belinya di SPBU Bulungan dengan stok yang banyak, karena kalau kita ke KTT dan mau beli solar di KTT, maka akan dipastikan tidak akan dapat, karena solarnya habis terus,” kata Ade. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *