Konsul RI Dorong Pembukaan Rute Tawau–Tarakan, Dongkrak Ekonomi Perbatasan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Terbatasnya konektivitas transportasi antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Utara masih menjadi salah satu hambatan terbesar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Hingga kini, akses langsung kedua wilayah hanya mengandalkan jalur laut, sementara penerbangan Tawau–Tarakan yang pernah beroperasi sebelum pandemi Covid-19 belum juga dibuka kembali.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, aktivitas perdagangan lintas batas, investasi, hingga pengembangan sektor pariwisata antara Indonesia dan Sabah.

Konsul Republik Indonesia di Tawau, Dino Nurwahyudin, mengatakan potensi kerja sama ekonomi kedua wilayah sebenarnya sangat besar. Namun, peluang tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan akses transportasi.

Baca Juga :  Pertumbuhan Bisnis Digital Kuartal II Bank Raya Menguat, Didukung oleh Produk Digital yang Inovatif 

“Salah satu kendala utama peningkatan kerja sama ekonomi antara masyarakat Sabah dengan masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan, adalah konektivitas yang masih terbatas,” ujarnya.

Saat ini masyarakat Sabah yang ingin bepergian ke Kalimantan maupun wilayah Indonesia lainnya praktis hanya memiliki dua pilihan.

Jalur laut Tawau–Tarakan memerlukan waktu pelayaran sekitar empat hingga lima jam dan umumnya mengharuskan penumpang bermalam di Tarakan sebelum melanjutkan perjalanan dengan pesawat.

Sementara itu, alternatif yang justru lebih banyak dipilih adalah terbang terlebih dahulu ke Kuala Lumpur sebelum melanjutkan penerbangan ke berbagai kota di Indonesia.

Baca Juga :  BI Kaltara Catat PAD Tarakan Tumbuh 24 Persen dari Tahun Sebelumnya

Rute ini dinilai lebih praktis meski harus memutar dan menambah biaya perjalanan.

Menurutnya, kondisi itu bukan hanya menyulitkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mengurangi daya saing ekonomi kawasan perbatasan.

“Arus perdagangan, kunjungan bisnis, investasi, hingga wisata lintas negara menjadi tidak seefisien wilayah perbatasan lain yang telah didukung jaringan transportasi udara,” ungkapnya.

Ia menilai pembukaan kembali penerbangan langsung Tawau–Tarakan akan menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas Indonesia–Sabah sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan.

Selain isu konektivitas, Konsul RI juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Sabah terhadap keberadaan Community Learning Center (CLC) bagi anak-anak pekerja migran Indonesia serta Program Smart Sabah yang memberikan kesempatan kepada pekerja asing beserta keluarganya melengkapi dokumen sehingga dapat bekerja secara legal.

Baca Juga :  Penjual Bendera Musiman Mulai Ramaikan Jalanan Tanjung Selor

Dikatakannya, berbagai bentuk kerja sama tersebut menunjukkan hubungan Indonesia dan Sabah tidak hanya bergantung pada perdagangan, tetapi juga saling mendukung dalam pembangunan sumber daya manusia dan tata kelola ketenagakerjaan.

“Ke depannya, penguatan konektivitas transportasi ini kita harapkan bisa menjadi agenda prioritas agar potensi ekonomi kedua wilayah dapat berkembang lebih optimal,” jelasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *