benuanta.co.id, NUNUKAN – Harga emas di Kabupaten Nunukan saat ini mengalami fluktuasi mengikuti pergerakan pasar nasional dan global.
Hingga awal April 2026, harga emas batangan berada di kisaran Rp2,8 juta hingga Rp2,9 juta per gram, bahkan sempat mendekati Rp3 juta per gram pada Maret lalu.
Kondisi ini turut memengaruhi harga emas di tingkat daerah, termasuk di sejumlah toko emas di Nunukan yang menyesuaikan harga dengan pasar nasional ditambah biaya distribusi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan Muhtar, S.H., M.Si menyampaikan fluktuasi harga emas merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi berbagai faktor global.
“Pergerakan harga emas sangat dipengaruhi nilai tukar rupiah, inflasi, serta kondisi ekonomi global. Daerah seperti Nunukan sudah tentu mengikuti harga acuan nasional,” ujar Muhtar pada Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, tingginya harga emas saat ini juga menunjukkan bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.
Sementara itu, salah satu pedagang emas di Nunukan, Rahmat, mengatakan dalam beberapa minggu terakhir harga cenderung naik turun.
“Kadang naik, kadang turun, tapi masih di angka tinggi. Pembeli ada, tapi tidak seramai dulu, karena orang masih menunggu harga stabil,” katanya.
Di sisi lain, masyarakat juga mulai lebih berhati-hati dalam bertransaksi, seperti menunda pembelian emas karena harga dinilai masih tinggi.
Sebaliknya, ada pula warga yang justru memanfaatkan momen ini untuk menjual emas. Hal ini sejalan dengan tren nasional di mana sebagian masyarakat memilih menjual saat harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan.
Secara global, harga emas memang tengah bergejolak akibat tekanan ekonomi dunia dan kebijakan suku bunga yang masih tinggi, sehingga memicu naik turunnya harga dalam waktu singkat.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam membeli maupun menjual emas, serta selalu memantau perkembangan harga sebelum mengambil keputusan.
Dengan tren yang masih fluktuatif, harga emas diperkirakan tetap berada di level tinggi sepanjang 2026, menjadikannya tetap menarik sebagai instrumen investasi jangka panjang. (*)
Reporter : Soni Irnada
Editor: Endah Agustina







