Disdikbud Kaltara Rencanakan Bantuan Hibah untuk Sanggar Teater Aktif

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara berencana mengalokasikan bantuan hibah bagi komunitas dan sanggar teater yang memiliki kelembagaan aktif dan tata kelola yang baik.

Rencana tersebut disampaikan Plt. Kepala Disdikbud Kaltara, Hasanuddin, S.Pd., M.Si., saat membuka Kegiatan Pembinaan Sumber Daya Manusia, Lembaga dan Pranata Kebudayaan Tahun 2026 dengan tema ‘Membangun Komunitas dan Sanggar Teater Secara Profesional’ yang digelar UPT Taman Budaya Disdikbud Kaltara.

Hasanuddin mengatakan dukungan terhadap komunitas dan sanggar teater perlu diberikan secara lebih terarah, terutama kepada kelompok yang benar-benar aktif menjalankan kegiatan. Karena itu, ia meminta UPT Taman Budaya melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap komunitas dan sanggar yang masih berjalan.

“Saya minta kepada para UPT, teman budaya, untuk betul-betul mendata teman-teman yang aktif, sanggarnya, komunitasnya,” ungkapnya.

Pendataan tersebut nantinya akan digunakan untuk memilah kondisi masing-masing komunitas. Pemerintah ingin mengetahui mana sanggar yang masih berjalan secara aktif dan mana yang telah memiliki kelembagaan yang lebih baik.

“Kita akan usahakan, walaupun tidak banyak seperti di pendidikan, ada komunitas-komunitas itu. Kita akan mengusahakan yang aktif nanti kita carikan semacam dana untuk bantuan,” katanya.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Bentuk Kelompok Kerja Layanan Disabilitas

Hasanuddin menyebut dukungan tersebut nantinya dapat diarahkan melalui mekanisme hibah. Bantuan diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk menjaga keberlangsungan sanggar dan komunitas teater di Kaltara.

“Nanti kita anggarkan melalui hibah untuk teman-teman,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan sanggar tidak cukup hanya ditandai dengan adanya satu orang yang menjalankan seluruh fungsi organisasi. Ia menilai diperlukan kelembagaan yang jelas agar sanggar dapat bertahan dan terus menghasilkan karya.

“Saya tidak mau lagi tahun depan ada sanggar yang sudah hadir ternyata sudah tutup. Lembaganya tidak ada. Dia sendiri, dia ketua merangkap anggota, dia penulis merangkap aktor dan pemain,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai perlu diperbaiki melalui pembinaan dan penguatan kelembagaan. Sanggar diharapkan memiliki anggota dan pembagian peran yang lebih jelas sehingga keberlangsungannya tidak bergantung kepada satu orang.

Hasanuddin menegaskan UPT Taman Budaya perlu kembali melakukan pendataan dan pemilahan terhadap sanggar yang ada di Kaltara sebelum dukungan diberikan. Langkah tersebut diperlukan agar bantuan dapat diarahkan kepada komunitas yang benar-benar memiliki aktivitas dan kelembagaan.

“Saya minta itu nanti Kepala UPT, teman budaya, mendata kembali, dipilahkan mana yang sekadar jalan sendiri, jadi mana yang kelembagaannya sudah baik,” jelasnya.

Baca Juga :  UPT Taman Budaya Disdikbud Kaltara Ubah Fokus Pembinaan Seni ke Talenta dan Karya

Ia menilai pemberian hibah nantinya bukan sekadar bantuan finansial, tetapi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem seni yang lebih berkelanjutan. Karena itu, profesionalitas dalam kelembagaan menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan pembinaan tersebut.

“Kita akan masukkan nanti dana hibah untuk teman-teman dan itu halal,” ucapnya.

Selain kelembagaan, Hasanuddin juga menekankan pentingnya profesionalitas dalam menghasilkan karya. Menurutnya, komunitas teater perlu mampu melahirkan aktor, sutradara dan penulis naskah baru yang dapat mengangkat identitas budaya Kalimantan Utara.

“Saya berharap setelah pembinaan ini tidak ada lagi sanggar yang bubar karena ketuanya keluar atau pindah ke lain kota, tapi yang ada adalah sanggar yang terus melahirkan aktor, sutradara dan penulis naskah baru untuk Provinsi Kalimantan Utara,” harapnya.

Ia juga mendorong agar sanggar memanfaatkan kekayaan budaya daerah sebagai sumber penciptaan karya. Cerita rakyat, legenda, sejarah lokal, tradisi masyarakat hingga persoalan sosial dapat dikembangkan menjadi pertunjukan yang memiliki identitas Kaltara.

“Cerita rakyat, legenda, sejarah lokal, tradisi masyarakat maupun persoalan sosial di lingkungan sekitar dapat menjadi bahan yang menarik untuk diolah menjadi karya teater yang memiliki identitas Kalimantan Utara,” tuturnya.

Baca Juga :  Selenggarakan Pembinaan Teater, UPT Taman Budaya Disdikbud Kaltara Perkuat Komunitas dan Sanggar

Hasanuddin menyatakan pemerintah daerah akan berperan sebagai fasilitator, sedangkan keberlanjutan komunitas tetap bergantung pada pelaku seni dan pengelola sanggar. Pemerintah akan menyediakan ruang pembinaan dan dukungan, sementara komunitas diharapkan memperkuat kelembagaannya.

“Panggung kami sediakan, pembinaan kami lakukan, tetapi rohnya tetap ada pada Bapak Ibu semuanya,” imbuhnya.

Ia berharap penguatan kelembagaan tersebut dapat membuat komunitas dan sanggar teater tidak mudah berhenti ketika menghadapi pergantian pengurus atau perpindahan anggota. Sanggar diharapkan mampu menjadi wadah yang terus melahirkan pelaku seni baru di Kaltara.

“Yang ada adalah sanggar yang terus melahirkan aktor, sutradara dan penulis naskah baru untuk Provinsi Kalimantan Utara,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Hasanuddin juga mengajak peserta memanfaatkan pembinaan untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman dan membangun jejaring antarkomunitas. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan penguatan lembaga.

“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai langkah bersama untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang teater, memperkuat keberadaan komunitas dan sanggar, serta menciptakan ekosistem seni dan kebudayaan yang semakin hidup di Kalimantan Utara,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *