Gubernur Ingin Lomba Speed Ketinting dan Perahu Dayung Kembali Meriahkan HUT Kaltara 

benuanta.co.id, BULUNGAN – Usai ikut penutupan acara lomba speed ketinting dan perahu dayung dalam acara Festival Sungai Kayan yang diadakan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bulungan. Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum menginginkan kegiatan serupa dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kalimantan Utara yang ke-9.

“Dalam rangka HUT Kaltara akan membuat adanya kegiatan olahraga kemasyarakatan. Nanti kita kemas itu akan ada budaya lokal dan UMKM ikut meramaikan pada Pekan Sungai Kayan,” ungkap Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang kepada benuanta.co.id, Kamis 21 Oktober 2021.

PEMBERIAN : Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang dan Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP hadir dalam pemberian hadiah kepada peserta yang juara.

Jika Festival Sungai Kayan hanya berlangsung selama 2 hari. Kegiatan Pekan Sungai Kayan direncanakan akan berlangsung selama 6 hingga 7 hari. Di dalamnya juga akan dimunculkan beberapa kegiatan tradisional.

Baca Juga :  Gubernur Perkuat Percepatan Program Perumahan, 3.091 Rumah di Kaltara Dapat Bantuan BSPS

“Kegiatan itu akan kita sampaikan kepada Kementerian Pariwisata untuk menjadi agenda nasional,” ucapnya.

Lomba speed ketinting dan perahu dayung akan kembali diangkat, karena sudah lama dinantikan oleh masyarakat. Festival Sungai Kayan yang diadakan Kormi Bulungan hanya mencakup 10 Kecamatan. Sementara tingkat provinsi semua daerah diharapkan terlibat.

“Untuk pesertanya harus dari 5 kabupaten kota semua dilibatkan. Terutama untuk soal budaya, UMKM dan yang memiliki inovasi yang mereka bangun,” terang Gubernur.

Baca Juga :  Diresmikan Sejak 2021, Pasar Modern Panca Agung Senilai Rp29 Miliar Belum Difungsikan

Mantan Wakapolda Kaltara ini mengatakan, pelaksanaan Pekan Sungai Kayan bakal digelar di akhir bulan November hingga awal Desember 2021. Disinggung soal kegiatan bersamaan dengan kedatangan Presiden Joko Widodo ke Bulungan, Zainal menuturkan jika kedatangan orang RI 1 itu akan datang lebih dulu dari pada pelaksanaan kegiatan.

“Jadi selama 2 bulan akan kita laksanakan kegiatan itu antara tanggal 29 November sampai 4 Desember itukan makan 2 bulan. Sedangkan kedatangan pak Presiden itu di minggu pertama atau kedua bulan November,” tutupnya. (*) 

Baca Juga :  Nama Lurah dan Kepala Adat Dicatut dalam Surat Galang Dana Karhutla, Datu Buyung Siap Lapor Polisi

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *