Dua Pelajar SMAN 1 Tanjung Selor Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Santap MBG

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dua siswa SMAN 1 Tanjung Selor harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo setelah diduga mengalami gejala keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah, Senin (22/9/2025).

Saat dikonfirmasi Kepala SMAN 1 Tanjung Selor, Didik Sukanto membenarkan insiden tersebut. “Kemarin, dua siswa sempat masuk rumah sakit karena muntah dan pusing. Hari ini, keduanya belum masuk sekolah,” ujar Didik apaannya Selasa,(23/9/2025)

Menurut dia, kejadian bermula sekitar pukul 12.00 Wita ketika para murid menyantap menu MBG. Tak lama berselang, sejumlah siswa mulai mengalami muntah, sakit perut, hingga pusing. Sebagian sempat ditangani di UKS, sementara dua orang dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga :  Dari Latihan Disiplin hingga Menggapai Mimpi, 56 Penerima Beasiswa ENM Group Ikuti Bintalsik

Pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab sakit yang dialami para siswa. “Belum ada informasi lebih lanjut dari rumah sakit. Jadi, belum bisa disimpulkan apakah keracunan atau sebab lain,” jelas Didik.

Ia menambahkan, salah satu siswa yang sempat sesak napas juga mengaku pernah mengalami hal serupa sebelumnya.

Dari laporan lapangan, nasi goreng MBG yang dikonsumsi siswa disebut dalam kondisi keras dan sedikit berlendir. “Namun saya tidak bisa memastikan apakah itu basi atau tidak, karena menunya memang nasi goreng,” tutur Didik.

Baca Juga :  Diduga Pengemudi Xenia Ngantuk, Tabrak Pick Up dan Motor Parkir di Jalan Sengkawit

Ia memastikan sejak awal program MBG, pihak sekolah sudah melakukan pendataan siswa dengan alergi tertentu. “Kalau ada murid alergi telur, tentu tidak diberikan telur. Begitu juga dengan ikan atau bahan lain,” ucapnya.

Untuk sementara, distribusi MBG di SMAN 1 Tanjung Selor dihentikan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Didik menegaskan seluruh biaya pengobatan siswa yang dirawat ditanggung penyedia jasa penyelenggara makanan (SPPG). “Tidak ada biaya yang dibebankan kepada orang tua,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  PT PKN Bersama Dinas Kesehatan Bulungan Dukung Penanganan Kesehatan Masyarakat di Desa Apung

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *