Penerbangan Ditutup, 2 Kluster Baru Diimbau Segera Melaporkan Diri

Tarakan1,310 views

TARAKAN – Melalui arahan larangan dari Kementerian Perhubungan, kota Tarakan menutup aktifitas penerbangan mulai dari Jumat 24 April 2020 lalu, 2 Kluster baru diimbau untuk melaporkan diri, Sabtu 25 April 2020.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti, M. Kes melalui press release di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Sabtu 25 April 2020.

“Tidak ada lagi penerbangan dari dan ke Kota Tarakan, dimulai dari hari Jumat 24 April hingga 1 Juni 2020 sesuai dengan Larangan Terbang bagi pesawat komersial dan charter oleh pemerintah melalui Kementrian Perhubungan,” ujarnya kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Diduga Bunuh Diri, Satu Tahanan di Rutan Polsek Tarakan Barat Meninggal Dunia

dr. Devi menjelaskan, terdapat 2 kluster baru yakni mahasiswa Bethel Petamburan, Jakarta dan santriwan atau santriwati Pesantren Temboro Magetan, Jawa Timur. “Kedua kluster ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut karena berasal dari wilayah yang merupakan transmisi lokal,” terangnya.

Bagi warga yang merupakan bagian dari kedua kluster tersebut juga diimbau untuk menghubungi nomor 08135143112 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga :  BPBD Catat 80 Hektare Lahan Terbakar di Tarakan Sepanjang Cuaca Panas

Selain itu, tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor: 360/001 IV/GUGUS COVID-19/2020 tentang Skrining Kesehatan dan Karantina Kesehatan. “Tanggal 24 April 2020, Tim Gugus Tugas telah melakukan skrining dan karantina terhadap kru dan penumpang pesawat Batik Air pukul 11.00 Wita, dengan jumlah penumpang yang dilakukan screening sebanyak 60 orang dan Pesawat Lion Air pukul 15.00 Wita, dengan jumlah penumpang yang dilakukan screening sebanyak 101 orang,” urainya.

Baca Juga :  Pemukiman Kampung Nelayan di Selumit Pantai Kebakaran, Bangunan dari Bahan Kayu Ludes

“Tim Gugus Tugas memohon maaf yang sebesar-besarnya bagi keluarga yang terpisahkan karena karantina maupun isolasi, semua dilakukan demi kebaikan masyarakat luas juga untuk menghindari kelalaian,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : M. Yanudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *