Walikota Khairul: Tarakan Kota Majemuk, Perlu Kebersamaan Membangunnya

Tarakan443 views

TARAKAN – Pemerintah Daerah Kota Tarakan menilai bahwa pelaksanaan Sidang Daerah II Gereja Pentakosta Serikat di Indonesia (GPSDI) adalah sebuah tuntutan secara kelembagaan gereja yang harus dijalankan ditengah-tengah dinamisasi umat yang bergerak begitu cepat. Hal ini disampaikan Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., pada pembukaan sidang yang dilaksanakan di Hotel Lotus Panaya, Selasa (10/11/2020)

Sidang yang dilaksanakan 4 tahun sekali ini dihadiri oleh kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan, FKUB Kota Tarakan, Ketua GPSDI, Ketua Pekerja GPSDI Kaltara, Ketua Pekerja GPSDI Kalimantan Timur, Ketua PGPI Kota Tarakan, Ketua PGI Kota Tarakan, Ketua PTLII Kota Tarakan, Ketua Asosiasi Pendeta Kota Tarakan, dan Ketua Sinode Yang Ada di Kaltara.

Baca Juga :  Kualitas Udara Memburuk, Disdik Tarakan Siapkan Opsi Belajar Daring

Walikota Tarakan, dr. Khairul, M. Kes., dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa Tarakan merupakan kota majemuk, sehingga perlu kebersamaan dalam membangunnya.

“Kota Tarakan yang merupakan kota Transit/ Persinggahan yang ada di Kalimantan Utara merupakan kota yang memiliki keberagaman yang sangat Kompleks dengan tingkat keragaman karakter dalam budaya dan adat istiadat merupakan sebuah kekayaan besar sekaligus membuat Kota Tarakan seperti Indonesia Mini,” ujar Wali Kota.

Baca Juga :  Mobilitas Ojol Didorong Jadi Sumber Informasi Kamtibmas

Ia berharap kemajemukan ini dapat menjadi sosial dalam pembangunan, yang artinya para pemuka agama pun harus mengambil bagian dalam pembangunan.

Ia juga menyampaikan, terkait dengan penanganan Covid-19, pemuka agama bersama-sama dapat menahan laju pandemi yang dihadapi sekarang. “Mari kita semua selalu menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya seraya mengapresiasi panitia yang telah memenuhi prosedur kesehatan dalam penyelenggaraan kegiatan.(*)

Baca Juga :  Harga Cabai di Pasar Gusher Tarakan Tembus Rp80 Ribu per Kg, Tomat dan Terong Justru Turun

Reporter: Yogi Dibawa

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *