TANJUNG SELOR – Kejadian longsor tanah berjalan atau likuifaksi di perusahaan tambang, menyita perhatian warga Kabupaten Tana Tidung (KTT). Bagaimana tidak, kejadian ini menyebabkan beberapa alat berat ikut tertimbun tanah. Yang terjadi Selasa 29 Oktober 2019 sekira pukul 08.15 Wita, di PT. Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu, KTT.
“Kejadiannya di PMJ, tidak ada korban jiwa,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho melalui Kapolsek Sesayap Hilir, IPDA Marzuki kepada benuanta.co.id, Rabu 30 Oktober 2019.
Namun sejauh ini keterangan yang didapatkan kepolisian sangat minim, apalagi manajemen perusahaan menutup diri. Namun pihaknya bersama dengan petugas dari Polda Kaltara, akan tetap turun, guna melakukan penyelidikan ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Tadi malam saya ada juga dapat info malah dari Intel Polda. Terus saya konfirmasi ke manajemen perusahaan mereka gak mau ngasih datanya,” jelasnya.
Info yang dia dapatkan, ada 3 unit yang tertimbun. Tapi dirinya tidak begitu yakin dengan jumlah alat berat yang dilaporkan terkena longsor. Sebab bisa jadi lebih dari jumlah itu. “Katanya alat berat yang amblas 3 unit, kita akan ada yang turun ke lapangan,” bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Sesayap, IPDA Su’udi menuturkan, info yang didapatkan, longsor itu terjadi di PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN) site Bebatu, di akses jalan tambang dari disposal menuju pit 9 utara. Alat yang tertimbun ada 6 unit yaitu 3 excavator, 1 Dozer, 1 ADT, 1 LV.
“Tim dari Dinas ESDM Provinsi Kaltara yang di dalamnya termasuk 2 orang personel Kementerian ESDM dengan Dinas Lingkungan Hidup Kaltara dan DLH Tana Tidung sedang melakukan investigasi,” tuturnya.
Longsor yang terjadi di lokasi tambang di Bandan Bikis, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT), mendapat perhatian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KTT, Ibrahim Ali.
Meski tidak ada korban jiwa, namun hal itu diharapkan tidak terjadi lagi. “Saya dapat laporan dari masyarakat, dan Alhamdulillah informasi dari masyarakat tidak ada korban jiwa,” terangnya kepada benuanta.co.id.
Namun dikabarkan ada 6 alat berat tertimbun dalam kejadian itu. Di antaranya 3 ekskavator, 1 Dozer, 1 ADT, dan 1 LV, lantaran longsor yang terjadi itu bukan seperti biasanya, namun tanah bergeser dan amblas atau disebut likuifaksi.
Atas kejadian itu, Ibrahim Ali menyarankan dan mengingatkan kepada masyarakat dan kayawan agar tetap berhati-hati dan mengantisipasi. Sebab tidak menutup kemungkinan kejadian yang sama bisa terjadi lagi.
“Kita minta perusahaan lebih safety lah untuk mengawasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di tambang. Jangan sampai ada korban manusia atau korban jiwa,” pesannya.(*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : M. Yanudin







