Sekolah Tunggu Pemkot Keluarkan Surat Edaran PTM 100 Persen

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan telah menyatakan bawa Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilakukan dengan kapasitas 100 persen.

Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Tarakan, Eny Suryani, S.H menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dalam pertimbangan Tarakan telah masuk ke zona hijau.

“Syaratnya vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan untuk level satu di atas 80 persen dan lansia sudah di atas 50 persen dan Alhamdulillah Tarakan ini sudah zona hijau kayaknya bahkan sudah tidak ada kasus, artinya PTM 100 persen bisa dilakukan,” jelasnya, Rabu (2/2/2022).

Dikatakannya bahwa PTM 100 persen dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. “Dilakukan maksimal enam jam, prokes nya ketat ada prosedur yang dilakukan yaitu datang cuci tangan, ukur suhu, memakai masker, apabila ada anak yang kurang sehat itu diperkenankan tidak masuk,” katanya.

Selain ketatnya protokol kesehatan yang dilakukan oleh warga sekolah, terdapat satu syarat penting yaitu vaksinasi yang sudah harus diterapkan kepada tenaga pendidik dan kependidikan.

“Kita harus akui, bahwa tenaga pendidik kita masih 97.97 persen ya sudah divaksin, memang belum 100 persen. Itu karena ada alasan misal sakit, ada keterangan dokternya karena kami sejak jaman pak taju apabila ada guru yg tidak di vaksin itu tisak boleh turun mengajar,” terang Eny.

Adapun kapasitas kelas yang telah ditetapkan dalam memulai PTM 100 persen ialah untuk Sekolah Dasar (SD) maksimal 28 siswa, sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) maksimal 32 siswa.

Sementara itu, Kepala SDN Utama 2, Maksum menerangkan pihaknya hingga saat ini belum menerapkan PTM 100 persen. Hal ini lantaran belum adanya Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota.

“Sebenarnya sudah mempersiapkan dari kemarin dirapatkan juga dengan teman-teman, termasuk meja kursinyasudah dilengkapi, tinggal pengumuman ke orang tua sebenarnya. Tapi legalnya belum ada,” terangnya.

“Baru omongan saja dari pak walikota jika kita diminta PTM full, jadi nunggu surat edaran dari pak wali kota,” sambungnya.

Maksum tak mau mengambil resiko jika nantinya ia tetap memaksakan melakukan PTM 100 persen sebelum adanya surat edaran resmi.

“Kalau hari ini masih 50 persen ya pola yang lama lah, ada kelompok satu dan dua,” tuturnya.

Dalam hal ini juga, para orang tua siswa sudah setuju dan menunggu arahan dari pihak sekolah untuk pelaksanaan PTM 100 persen.

“Respon orang tua malah menunggu sekolah, Insyaallah kami siap artinya dari segi prokesnya tempat cuci tangan, kemudian meja, kursi yang tadinya dipakai setengah kita sudah siapkan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *