Bupati KTT Komitmen Jaga Besaran dan Tanggal Pencairan TPP

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ibrahim Ali, komitmen akan jaga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap stabil selama masa kepemimpinannya.

Kestabilan TPP memperlancar pencairan TPP dan menjaga nominal TPP agar tidak terpotong.

“Itukan hak dari pegawai, jadi kenapa kita harus memotongnya. Selama pemerintah masih sanggup, pemerintah tetap wajib membayar TPP sesuai dengan jumlah seharusnya,” ujar Ibrahim Ali.

Tak hanya itu saja, periode pencairan TPP juga akan dijaga oleh Bupati KTT. Ia berkomitmen akan mengupayakan pencairan TPP setiap bulan, tanpa menunggu pencairan di bulan ke 3 awal tahun, seperti yang selama ini terjadi.

“Dulu pencairan TPP setiap awal tahun pasti menunggu sampai bulan ke 3. Memang TPP akan tetap cair sekaligus tapi kebutuhan setiap pegawai ASN, kontrak maupun yang honor yang berbeda-beda,” ujarnya.

Ia mengungkapkan pembayaran TPP bulan ini ditarget pada tanggal 28 Januari 2022. Namun Pemkab Tana Tidung perlu melakukan penyesuaian mekanisme pembayaran baru yang diatur Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Makanya sistem itu kita ubah dengan pencairan setiap bulan dan alhamdulilah sudah mulai berjalan diawal tahun ini, meski belum sesuai target,” bebernya.

Sebelumnya, Ibrahim memaparkan jika TPP ASN di Pemerintah Kabupaten Tana Tidung menjadi salah satu komponen yang sangat diandalkan untuk memutar roda perekonomian daerah. Kondisi ini menjadi fenomena tersendiri. Utamanya jika dibandingkan daerah lain yang memiliki banyak kegiatan ekonomi swasta.

Jika dilihat secara langsung memang begitulah kondisinya, semua sangat bergantung dengan TPP. Pasalnya, daerah KTT belum terlalu bisa mengandalkan swasta untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, seperti daerah lain.

Dari kondisi itu, Ibrahim pun menyadari kalau peran TPP sangat dominan di KTT, khususnya untuk menggerakkan pasar ekonomi ke bawah

“TPP ini secara tidak langsung juga sangat diharapkan pedagang karena pengaruh itu ke kemampuan belanja masyarakat dan hal itu diperkuat dengan begitu dominannya profesi pegawai yang ada di KTT,” tutupnya. (*) 

Reporter: Osarade

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *