NUNUKAN – Mengenai program 100 hari Kerja di kepemimpinan pasangan Bupati Hj. Asmin Laura Hafid dan Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, keduanya akan fokus melakukan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Kabupaten Nunukan.
“Selain mengevaluasi internal di pemerintahan yang ada saat ini, kami juga akan fokus melakukan pencegahan Covid-19 serta akan melakukan pemulihan ekonomi,” kata Laura Ahad (6/6/2021).
Selain itu, ketergantungan terhadap Malaysia bukan rahasia umum lagi di Kabupaten Nunukan. Karena sebagai wilayah perbatasan tentu akan membutuhkan suplai barang.
Melihat hal itu, dikatakan Bupati Laura, saat ini Malaysia masih melakukan lockdown untuk mengantisipasi kekurangan stok barang maka dia juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas perdagangan untuk memastikan kesediaan sembako.
“Saya sudah instruksikan kejajaran terkait yakni Dinas perdagangan untuk memastikan kebutuhan sembako selalu ada baik itu LPG, sembako yang harus dipastikan cukup, sebelum habis kita harus ada lagi,” jelasnya.
Untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Nunukan Pemerintah Daerah telah melakukan koordinasi ke seluruh kecamatan, terutama pengamanan di perbatasan dilakukan secara ketat. Bekerja sama dengan satgas pamtas RI-Malaysia dengan tim kesehatan, dan camat, melakukan pengecekan terhadap setiap orang atau barang yang masuk sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
“Kami akan lakukan pengetatan setiap orang yang masuk di Kabupaten Nunukan wajib melaksanakan tes Swab atau PCR, jika ditemukan positif maka akan dilakukan karantina,” tegasnya.
Berbeda halnya dengan penanganan pekerjaan Migran Indonesia (PMI) atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baik ketibaanya di Nunukan wajib melaksanakan tes PCR, dan dilakukan Karantina selama 5 hari. (*)
Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra







