Pedagang di Nunukan Keluhkan Harga Telur Mahal

Nunukan149 views

benuanta.co.id, NUNUKAN – Sejumlah distibutor telur ayam di Kabupaten Nunukan mengeluhkan penurunan omzet menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.

Bunga Lia, salah satu distributor telur di Nunukan, mengatakan turunnya omzet di bulan Desember lantaran tingginya harga jual telur ayam. Sebelumnya satu rak dihargai Rp 48 ribu kini naik hingga Rp 60 ribu per rak.

“Kalau harganya naik ini sejak awal bulan Desember, dari sebelumnya dijualkan Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu, sekarang kita harus jualkan Rp 58 ribu sampai Rp 60 ribu per encernya,” ujar Bunga kepada benuanta.co.id, Sabtu (23/12/2022).

Baca Juga :  Dampak Asap Karhutla, Disdik Nunukan Terapkan Belajar Dari Rumah Selama Tiga Hari

Ia mengungkapkan, naiknya harga telur ayam diakibatkan oleh minimnya pasokan telur saat in dari daerah asal yakni Sulawesi Selatan (Sulsel).

Selain itu, harga yang diberikan oleh pedagang di Sulawesi juga mengalami kenaikan, sehingga para pedagang harus juga menaikkan harga.

“Kita mendatangkan untuk mendatangkan telur juga membutuhkan biaya, jadi harga kita naikkan juga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bahas Tiga Ranperda Strategis, Ketua Komisi II DPRD Nunukan Soroti Aset Daerah hingga Penyertaan Modal Rp50 Miliar

Ia juga menyampaikan, penyebab naiknya harga telur ayam di Sulawesi Selatan dipengaruhi banyaknya peternakan yang saat ini tidak lagi beroperasi.

“Di bulan-bulan sebelumnya kita bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta dalam seharinya, namun selama bulan Desember ini perharinya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 900 ribu saja,” katanya.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Pengedar di Nunukan Timur, Sabu Dalam Bungkus Rokok Turut Disita

Bahkan, terpantau di toko miliknya, sejumlah pembeli hanya sili berganti datang menanyakan harga telur, namun saat mengetahui harganya Rp 60 ribu para pembeli tidak jadi membeli.

Rosma, salah pembeli mengatakan harga telur yang naik membuatnya lebih memilih untuk membeli ikan jika dibandingkan dengan membeli telur.

“Harga telur lagi mahal sekali, jadi lebih baik kita beli ikan saja,” singkatnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *