Embung Lapri Kian Mengering, Kecamatan Sebatik Utara Terancam Krisis Air Bersih

NUNUKAN – Kondisi Embung Lapri di Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, mulai memprihatinkan. Debit air yang terus menurun dan kondisi embung yang semakin mengering memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Camat Sebatik Utara Andi Calo, bersama Kepala Desa Lapri Syamsu Rijal turun langsung melakukan inspeksi lapangan, Rabu (4/11).

Peninjauan ini turut dihadiri Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Umum, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sebatik Utara, serta Kepala PDAM Sebatik.

Camat Sebatik Utara Andi Calo mengatakan, kondisi Embung Lapri yang mulai mengalami penurunan debit air harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Pasalnya, embung tersebut memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan air masyarakat.

Baca Juga :  Asik Bungkus Sabu, Pria 55 Tahun di Desa Mansalong Tak Berkutik Digerebek Polisi

“Persoalan ketersediaan air ini tidak boleh dianggap sepele. Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat, sehingga kondisi Embung Lapri yang mulai mengering harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti bersama,” tegas Andi Calo.

Menurutnya, penanganan persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan koordinasi dan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta PDAM untuk mengidentifikasi kondisi lapangan dan menentukan langkah antisipasi.

“Kami ingin memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah desa dan PDAM sangat penting agar kita bisa mengetahui langkah apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air,” ujarnya.

Baca Juga :  Modus Penipuan Berkedok Proyek Jalan di Nunukan, Kerugian Para Korban Ditaksir Rp400 Juta

Penurunan debit air Embung Lapri menjadi sinyal yang perlu direspons sejak dini. Pemerintah tidak cukup hanya melakukan peninjauan, tetapi juga perlu menyiapkan langkah konkret, mulai dari evaluasi kapasitas tampungan hingga alternatif pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Keterlibatan Kepala Desa Lapri Syamsu Rijal dan Kepala PDAM Sebatik dalam peninjauan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam mencari solusi terhadap potensi terganggunya pasokan air.

Andi Calo menegaskan, pemerintah kecamatan akan terus mendorong komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait agar persoalan tersebut mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat.

Baca Juga :  Teritorial Mabes TNI Ajak Masyarakat Perbatasan Perkuat Wawasan Kebangsaan

“Harapan kami, melalui peninjauan ini ada tindak lanjut yang jelas. Jangan sampai kita baru bergerak ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Antisipasi harus dilakukan sejak sekarang,” tambahnya.

Kini, kondisi Embung Lapri menjadi perhatian bersama. Sebab, persoalan air bersih bukan sekadar masalah berkurangnya debit air, melainkan menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.

“Jangan tunggu embung benar-benar kering untuk mulai bertindak. Masyarakat membutuhkan kepastian ketersediaan air, bukan sekadar peninjauan tanpa tindak lanjut,” jelasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina