benuanta.co.id, NUNUKAN – Upaya mendorong ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Melalui Workshop dan Pelatihan Kerajinan Anyaman Lokal serta Menjahit Modifikasi Anyaman, Manik, dan Kulit, puluhan kader TP PKK dari berbagai kecamatan dibekali keterampilan untuk menciptakan produk kerajinan yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi.
Kegiatan yang digelar hasil kolaborasi TP PKK dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan itu resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Nunukan, Helmi Pudaaslikar, mewakili Bupati Nunukan, di Balai Pelatihan BKPSDM Kabupaten Nunukan, Senin (22/6/2026).
Sebanyak 13 TP PKK kecamatan mengikuti pelatihan yang berlangsung selama delapan hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk kerajinan khas daerah yang bernilai jual tinggi.
Helmi menyampaikan Kabupaten Nunukan memiliki kekayaan budaya yang menjadi modal besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Kerajinan anyaman, manik-manik, dan kulit dinilai bukan sekadar produk seni, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan identitas masyarakat perbatasan.
“Kabupaten Nunukan memiliki kekayaan dan keragaman budaya yang luar biasa. Anyaman, manik-manik, dan kerajinan berbahan kulit bukan sekadar produk kerajinan tangan, tetapi di dalamnya tersimpan nilai budaya, identitas daerah, kreativitas, serta cerita kehidupan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun,” ujar Helmi.
Ia menegaskan, di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif, para pelaku kerajinan dituntut mampu beradaptasi melalui inovasi desain, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan tren yang berkembang tanpa meninggalkan ciri khas lokal.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi wadah untuk menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern sehingga produk kerajinan Nunukan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Helmi juga mendorong para peserta agar tidak berhenti pada proses belajar, melainkan mampu melahirkan karya-karya baru yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Jangan takut mencoba desain baru, terus berinovasi, dan jangan pernah minder dengan produk lokal kita sendiri. Banyak produk kerajinan yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional berawal dari ide sederhana dan ketekunan para pengrajinnya,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Nunukan, lanjutnya, berkomitmen memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui pelatihan, pendampingan, hingga promosi produk unggulan daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadikan kerajinan khas Nunukan sebagai produk unggulan yang dikenal tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional.
Selama delapan hari pelatihan, peserta akan mendapatkan materi pengembangan kerajinan anyaman rotan, daun pandan, serta modifikasi produk berbahan manik dan kulit. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai produk kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal Kabupaten Nunukan.
Salah satu peserta pelatihan, Nuraini, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengembangkan kerajinan lokal menjadi produk yang lebih modern dan bernilai jual.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami. Selama ini kami hanya membuat kerajinan dengan model yang sederhana, tetapi melalui pelatihan ini kami belajar mengembangkan desain yang lebih menarik dan sesuai kebutuhan pasar. Kami berharap hasil karya kami nantinya bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Senada dengan itu, peserta lainnya, Rosita, mengatakan pelatihan tersebut membuka wawasan para pengrajin untuk lebih percaya diri memasarkan produk lokal khas Nunukan.
“Kami jadi lebih termotivasi untuk berinovasi. Produk anyaman, manik-manik, dan kulit yang selama ini dianggap kerajinan tradisional ternyata bisa dipadukan dengan desain modern dan memiliki peluang besar untuk dipasarkan lebih luas. Kami berharap pelatihan seperti ini terus berlanjut,” katanya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli








