BPBD Nunukan Mulai Salurkan Paket Logistik ke Warga Terdampak Banjir Sembakung

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mulai menyalurkan bantuan logistik tahap pertama kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Sembakung.

Kepala Pelaksana BPBD Nunukan, Arief Budiman mengatakan penyaluran bantuan mulai dilakukan sejak Sabtu (31/5/2025).

“Untuk pendistribusian tahap awal, personel Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) di Kecamatan Sembakung meyakinkan ke tiga di kecamatan Sembakung,” kata Arief, Senin (2/5/2025).

Desa Atap mendapatkan bantuan 73 paket logistik yang disalurkan, Desa Tanggul sebanyak 150 paket dan Desa Manuk Bungkul sebanyak 125 paket.

Baca Juga :  Monyet Peliharaan di Nunukan Resahkan Warga, Damkar Ambil Langkah Lepasliarkan ke Hutan Mangrove

BPBD Nunukan akan kembali mendistribusikan logistik yang masih dalam proses perjalanan yang dari Nunuian melalui jalur darat dan sungai menggunakan truk pengangkut.

“Pengiriman tersebut akan menyasar wilayah Kecamatan Sembakung, Sebuku, Lumbis, dan Sembakung Atulai,” ungkapnya.

Sementara itu. Kepala Desa Tagul, Abas, menyampaikan apresiasinya atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Melaut ke Perairan Perbatasan Indonesia-Malaysia, Nelayan Sebatik Ditemukan Meninggal Dunia di Atas Perahu

Ia juga mengungkapkan harapan besar agar warga desanya dapat direlokasi ke lokasi yang lebih aman melihat kondisi wilayahnya yang kerap dilanda banjir.

“Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Harapan kami adalah bisa segera direlokasi ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari banjir. Saat banjir datang di malam hari, banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka karena air tiba-tiba masuk ke rumah,” ujar Abas.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Rusak Rumah dan Gereja di Long Bawan, BPBD Pastikan Tak Ada Korban

Genangan air pasca banjir juga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi penyebaran penyakit akibat kuman yang menempel di dinding rumah.

“Kami sering harus mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi saat banjir besar datang. Kami berharap ada solusi jangka panjang agar kami bisa hidup lebih tenang,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *