Disdik Nunukan Rencanakan Peningkatan Fasilitas Pendidikan dan Pengadaan Starlink

benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan merencanakan sejumlah program strategis untuk mendukung visi dan misi Bupati Nunukan pada tahun 2025. Beberapa kegiatan penting telah direncanakan dan akan segera dilaksanakan, termasuk peningkatan fasilitas prasarana pendidikan dan pengadaan teknologi untuk mendukung pembelajaran di daerah terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Nunukan Akhmad mengungkapkan, salah satu prioritas utama di tahun 2025 adalah renovasi ruang kelas baru (RKB) dan fasilitas lainnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan yang dapat menunjang proses belajar mengajar yang lebih baik dan nyaman bagi para siswa dan guru.

Baca Juga :  Stok Darah di PMI Nunukan Menipis, Golongan B Tersisa 11 Kantong

Selain itu, Akhmad juga merencanakan pengadaan teknologi untuk mengatasi masalah blank spot atau daerah yang belum terjangkau jaringan internet. Salah satu solusi yang akan diterapkan adalah pengadaan Starlink, layanan internet satelit yang akan diterapkan secara bertahap di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Program ini juga akan dilengkapi dengan pemasangan tenaga surya untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik.

Baca Juga :  Langgar Aturan Keimigrasian, WNA Asal Pakistan Dideportasi dari Nunukan

“Program ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Nunukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Nunukan. Pengadaan Starlink dan tenaga surya ini diharapkan dapat mengatasi masalah keterbatasan akses internet di daerah-daerah terpencil, sehingga semua sekolah, baik SD maupun SMP, dapat terhubung dengan informasi dan teknologi terbaru,” kata Akhmad, Ahad, (9/3/2025).

Dia berharap dengan adanya peningkatan fasilitas pendidikan dan akses internet yang lebih baik, proses pembelajaran akan semakin efektif dan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah yang terjangkau jaringan internet dengan yang tidak.

Baca Juga :  139 WNI Dipulangkan dari Malaysia, Masalah Dokumen Masih Mendominasi

Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan pendidikan di Kabupaten Nunukan, memperluas akses informasi bagi guru dan siswa, serta mendukung penerapan metode pembelajaran berbasis teknologi yang semakin penting di era digital ini. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *