benuanta.co.id, BULUNGAN — Jumlah perusahaan konstruksi aktif berbadan hukum di Kalimantan Utara (Kaltara) meningkat signifikan pada 2025.
Berdasarkan hasil pemutakhiran direktori perusahaan konstruksi, tercatat sebanyak 1.405 perusahaan tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mustaqim, mengatakan jumlah tersebut naik 26,12 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.114 perusahaan.
“Jumlah perusahaan konstruksi di Kalimantan Utara pada 2025 mencapai 1.405 perusahaan. Angka ini meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” sebut Mustaqim, Senin (16/3/2026).
Dari sisi wilayah, perusahaan konstruksi paling banyak berada di Tarakan. Kota ini menyumbang 36,73 persen dari total perusahaan konstruksi di provinsi tersebut atau sebanyak 516 perusahaan.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Bulungan dengan 420 perusahaan atau 29,89 persen, disusul Kabupaten Nunukan yang memiliki 273 perusahaan atau 19,43 persen.
Sementara itu, di Kabupaten Malinau terdapat 134 perusahaan konstruksi atau sekitar 9,54 persen dari total keseluruhan. Adapun jumlah perusahaan konstruksi paling sedikit berada di Kabupaten Tana Tidung dengan 62 perusahaan atau 4,41 persen.
Selain jumlah perusahaan, pemutakhiran direktori juga memuat informasi mengenai skala usaha konstruksi, mulai dari kecil, menengah hingga besar. Mustaqim menyebutkan, mayoritas perusahaan konstruksi di Kalimantan Utara masih didominasi oleh skala usaha kecil.
“Sebagian besar perusahaan konstruksi di Kaltara merupakan usaha kecil. Jumlahnya mencapai 1.263 perusahaan atau sekitar 89,89 persen dari total perusahaan konstruksi,” ujarnya.
Sementara itu, perusahaan konstruksi berskala menengah tercatat sebanyak 4,98 persen. Adapun perusahaan berskala besar hanya mencapai 0,85 persen. Selain itu, terdapat perusahaan konstruksi spesialis sebesar 1 persen dan perusahaan yang belum memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) aktif sebanyak 3,28 persen.
Jika dilihat dari sebaran kualifikasi usaha menurut wilayah, perusahaan konstruksi skala kecil, menengah, dan besar paling banyak berada di Kota Tarakan. Tercatat masing-masing sebanyak 452 perusahaan kecil, 49 perusahaan menengah, dan tiga perusahaan besar.
Menurut Mustaqim, dominasi perusahaan skala kecil menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Kaltara masih didorong oleh pelaku usaha lokal.
“Dominasi usaha kecil ini juga menunjukkan peluang bagi peningkatan kapasitas usaha konstruksi di daerah, terutama untuk mendorong naiknya kelas usaha di masa mendatang,”pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







