Gubernur Kaltara Kembali Berangkatkan Umroh 50 Imam Masjid di Tarakan 

Kabar Kaltara154 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) akan memberangkatkan kurang lebih 50 imam masjid di Kota Tarakan melaksanakan umroh tahun ini.

Hal tersebut disampaikan langsung Gubernur Kaltara, Dr (HC) Zainal Arifin Paliwang saat melakukan silaturahmi dengan Forum Imam Masjid Kota Tarakan pada Sabtu, 6 April 2024 kemarin.

Ia mengungkapkan pemberian bantuan umroh gratis tersebut diberikan kepada imam masjid, dan sudah dilakukan sejak tahun lalu. Di mana terdapat 50 orang imam masjid yang menerima.

Baca Juga :  Industri Mikro dan Kecil di Kaltara Serap 11.752 Tenaga Kerja, Didominasi Pekerja Perempuan

“Iya kan sudah jalan dari tahun lalu (umroh gratis) saya sudah berangkatkan 50 orang. Insyaallah tahun ini lebih dari 50 orang,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, orang nomor satu di Kaltara ini juga berkoordinasi dengan Pj Wali Kota Tarakan agar ikut berpartisipasi memberangkatkan para imam masjid di Kota Tarakan ke tanah suci.

Baca Juga :  Gubernur Kaltara Sambut Baik Rencana Pemerintah Pusat Tanggung Gaji PPPK

“Alhamdulillah mendapatkan respon yang baik untuk memberangkatkan imam masjid umroh,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan Forum Imam Masjid Kota Tarakan telah terbentuk mulai pada tahun 2023 dan telah terbentuk juga di kecamatan-kecamatan.

“Hari ini saya silahturahmi dengan forum imam imam masjid kota Tarakan yang mana forum ini sudah terbentuk tahun lalu dan setiap kecamatan juga sudah ada,” ujar Gubernur, Dr (HC) Zainal Arifin Paliwang.

Baca Juga :  Peserta Mancanegara Ramaikan Balapan Speedboat di Tarakan, Gubernur Ingin Kompetisi Naik Kelas

Lanjutnya, ia menginformasikan forum ini merupakan wadah untuk berbagi informasi dan saling membantu sesama imam masjid yang ada di Tarakan.

Selain bersilahturahmi, ia juga memberikan sejumlah bantuan kepada Forum Imam Masjid Kota Tarakan. Namun, ia enggan untuk menyebutkan nominal yang diberikan.

“Kalau jumlahnya tidak usah di kasih tahu. Kan kalau kita membantu seseorang jangan disebut nilai,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *