Lestarikan Budaya, Gubernur dan DAD Kaltara Sepakat Bangun Museum Tempayan

Kabar Kaltara304 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) ingin warisan budaya di Kaltara terus dilestarikan. Mengenai hal itu, Pemrov Kaltara pun akan mendaftarkan warisan leluhur Kaltara tersebut ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Kaltara memiliki banyak kekhasan budaya, ada corak ukiran, manik-manik, tutup kepala, kalung, batik, pakaian adat. Ini harus diinventarisir untuk kita patenkan dan daftarkan ke Ditjen HKI,” ujar Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang kepada benuanta.co.id, Jumat 27 Januari 2023.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Dorong Pariwisata Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Hal ini menurutnya apa yang dimiliki oleh Kaltara yang telah diwariskan para leluhur agar terselamatkan, dirinya tidak ingin kekayaan budaya tersebut diklaim orang lain atau bangsa lain.

“Jangan sampai di belakang hari ada orang atau negara lain mengklaim bahwa ini punyanya dan hasil karyanya. Tapi kalau sudah didaftarkan tidak ada lagi yang berani mengakuinya,” ucapnya.

Sejalan dengan ide Dewan Adat Dayak (DAD) Kaltara, Gubernur Kaltara meninginkan adanya museum berdiri di ibukota Provinsi Kaltara, ide tersebut akan dipadukan dengan mendirikan museum guci.

Baca Juga :  KKB 2026 Dorong UMKM Kaltara Naik Kelas dan Tembus Pasar Luar Daerah

“Jadi museum itu dipadukan, di dalamnya ada museum pakaian, aksesoris, ukiran dan sumpit. Nanti kita siapkan ruang sebagai museum guci atau disebut di sini tempayan,” tuturnya.

Zainal menyebutkan jika dirinya memiliki banyak tempayan, nantinya akan disumbangkan ke museum yang dibangun DAD Kaltara. Tempayan yang dimilikinya akan disumbangkan untuk dipamerkan agar dapat disaksikan oleh setiap generasi di Kaltara.

Baca Juga :  Kwarda Kaltara Dorong Kader Pramuka Pahami Ilmu Jurnalistik dan Publikasi Digital

“Guci yang saya miliki di rumah akan saya sumbangkan, supaya anak cucu yang ada di Kaltara tahu bahwa di sini pusatnya tempayan,” jelasnya.

Dia menyebutkan Pemprov Kaltara akan membantu pendirian museum tersebut, di mana anggarannya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023.

“Akan pakai APBD 2023, agar tidak terlalu lama,” tutupnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *