Fenomena Tiket Pesawat Langka Menuju Tarakan, Ini Kata Kepala Bandara Juwata

benuanta.co.id, TARAKAN – Meningkatnya jumlah penumpang di Bandar Udara Juwata Tarakan pada momen Hari Raya Idulfitri, berpengaruh terhadap arus penerbangan dari dan keluar Tarakan. Salah satu pengaruh yang terasa, seperti habisnya tiket pesawat dan pesawat dalam kondisi full penumpang.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartato membeberkan hal ini terjadi lantaran pada periode Idulfitri pihaknya mendapatkan extra flight, baik saat arus mudik dan arus balik.

Pihaknya juga membangun koordinasi dengan pihak maskapai agar kebutuhan penumpang terpenuhi.

 

“Ketika sampai masuk di arus balik, kami juga komunikasi ke maskapai yang memberikan extra flight. Tapi dari pihak maskapai tidak bisa memenuhi sepenuhnya lantaran unit pesawatnya sangat terbatas,” bebernya, Selasa (7/5/2024).

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Umumkan Aturan Baru Denda Iuran

Hal ini berimbas kepada penumpang yang hendak balik ke Kota Tarakan melalui Bandara Juwata Tarakan ludes tak kebagian tiket.

“Kalau tidak membeli tiket pergi dan balik dipersiapkan jauh hari, akhirnya banyak yang antri dan tidak dapat tiket untuk balik ke Tarakan,” imbuhnya.

Pihaknya memprediksi jumlah penumpang melalui Bandara Juwata Tarakan masih akan terus penuh hingga pekan depan. Namun, berdasarkan evaluasi oleh pihak maskapai, kemungkinan jumlah penumpang mulai landai dalam kurun beberapa waktu ke depan.

Kendati begitu, pihaknya mengambil sisi positif bahwa fenomena ini menandakan tumbuhnya perkembangan untuk Tarakan.

Baca Juga :  Siklon Tropis Terdeteksi di Laut Filipina, BMKG Tarakan Beberkan Dampaknya

“Apalagi pas pulang ke Kaltara bawa teman atau saudara, keluarga melalui Bandara Juwata untuk bekerja atau hal lainnya. Akhirnya Kaltara, di Tarakan juga bertumbuh,” tutur Bambang.

Bambang mengungkapkan, saat ini tahapan eksisting normal untuk reguler flight terdapat 7 penerbangan di Bandara Juwata Tarakan. Artinya untuk pulang pergi, terdapat 14 slot yang terlayani.

Pada fenomena ini, pihaknya tak lagi memberikan extra flight lantaran sudah diberlakukan pada arus balik dan arus mudik yang lalu.

Amir, warga Tarakan yang berangkat ke Jakarta mengaku kesulitan untuk kembali ke Tarakan lantaran tiket sulit ia dapatkan. Jarak keberangkatannya dengan kepulangan cukup lama bila ingin membeli tiket pulang. Sehingga Amir memilih melewati Kabupaten Berau dari Jakarta. Selanjutnya ke Kabupaten Bulungan dan lanjut lagi ke Tarakan.

Baca Juga :  DP3AP2KB Tarakan Gandeng Jurnalis Wujudkan Kota Layak Anak            

“Kita ke Berau dulu jalur udara, habis itu ke Tanjung Selor lewat darat, baru ke Tarakan naik speedboat,” ujarnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli 

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2920 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *