Ops Ketupat Kayan 2024, Polres Malinau Utamakan Pengamanan Lebaran dan Mudik

benuanta.co.id, MALINAU – Menghadapi perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024, Polres Kabupaten Malinau menggelar apel persiapan pelaksanaan Operasi Terpusat Ketupat Kayan 2024.

Operasi ini nantinya bertujuan untuk mengamankan sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Malinau dan mengamankan jalur mudik, selama liburan hari raya Idul Fitri.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1976 votes

Kapolres Malinau, AKBP Heru Eko Wibowo mengatakan selain untuk menciptakan rasa aman kepada masyarakat yang merayakan hari Idul Fitri dan jalur mudik, operasi ini juga bertujuan untuk mencegah segala tindakan kriminal yang rawan terjadi saat masa mudik lebaran.

“Kita nantinya bersama stackholder terkait akan membentuk tim untuk menjalankan operasi ini. Makanya hari ini kita melakukan apel sebagai awal pelaksanaan operasi ini,” Kata Kapolres Malinau Rabu, 3 April 2024.

Ia menambahkan nantinya Operasi Terpusat Ketupat Kayan 2024 akan dijalankan selama 12 hari ke depan. Dimulai pada 4 april dan ditutup pada 16 april 2024.

Selama 12 hari, tim gabungan Operasi Terpusat Ketupat Kayan 2024, akan mengedepankan pengamanan jalur mudik, baik jalur sungai, darat dan udara.

“Nanti sejumlah personel akan kita tugaskan untuk berjaga di setiap jalur mudik, baik di Pelabuhan speedboat, bandara dan pos perbatasan wilayah,” lanjutnya lagi.

“Selain itu petugas patroli juga akan kita tugaskan untuk memantau wilayah perkotaan dan pedesaan Malinau, tujuannya agar selama hari mudik masyarakat yang mudik juga merasa aman meninggalkan tempat tinggalnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Polres Malinau itu juga mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah dalam kondisi yang rawan kebakaran seperti memastikan sambungan listik mati, memastikan kompor tidak menyala saat ditinggalkan dan melapor ke RT setempat jika ingin melakukan aktivitas mudik.

“Selain melapor kalau perlu kunci rumah juga ditinggalkan kepada keluarga atau ketua RT setempat untuk berjaga-jaga jika terjadi situasi yang tidak diinginkan. Apalagi kejadian kebarakan juga sangat kita antisipasi untuk terjadi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Osarade

Editor: Nicky Saputra 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *