Nama Gubernur Kaltara Dicatut Buka Donasi, Tim ITE Laporkan ke Polisi

benuanta.co.id, TARAKAN – Tim ITE Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) membuat laporan pengaduan (lapdu) ke Polres Tarakan atas dugaan kasus ITE pada Senin, 19 Februari 2024.

Lapdu tersebut berkenaan dengan akun Facebook mengatasnamakan Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang yang membuka donasi kepada orang yang sakit.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1900 votes

Tim ITE Gubernur Kaltara, Juliansyah mengatakan, setelah mengetahui posting permintaan donasi di akun palsu tersebut, langsung mengkonfirmasi ke Gubernur, namun Zainal menepis bahwa dirinya membuka donasi.

“Kita belum tahu ada korbannya atau tidak. Tapi sudah ada beberapa yang komentar. Lalu akun tersebut mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan. Berarti kita indikasikan sudah ada korban,” katanya, Senin (19/2/2024).

Postingan palsu permintaan donasi yang mengatasnamakan Gubernur Kaltara.

Jul melanjutkan, Gubernur Kaltara juga telah melakukan klarifikasi ke publik beberapa kali bahwa tak pernah ada permintaan donasi atas nama dirinya.

“Ada satu akun yang kita laporkan. Kita sudah kantongi juga untuk terduga pemilik akunnya, sudah kita sampaikan ke polisi juga,” lanjutnya.

Diperkirakan terdapat 11 akun Facebook yang turut mengomentari postingan palsu mengatasnamakan Gubernur Kaltara itu. Gubernur juga sempat menerima pesan dari salah satu masyarakat yang bertanya mengenai postingan tersebut.

“Postingannya itu tanggal 20 Januari 2024 kemarin. Sudah hampir sebulan, dan baru akun ini yang kita laporkan. Sebelumnya juga banyak yang mengatasnamakan Gubernur,” sambungnya.

Pihaknya berharap agar lapdu soal ITE ini segera diproses lantaran menyangkut nama baik Gubernur Kaltara. Sekedar informasi, akun official Gubernur Kaltara di Instagram: @zainalapaliwang https://instagram.com/zainalapaliwang.com , Facebook: Catatan Zainal A Paliwang https://www.facebook.com/zapkaltara?mibextid=ZbWKwL , website: https://Zainalapaliwang.com , dan YouTube: https://youtube.com/@zainalapaliwang?si=y18tFME_rjRBXF0P.

“Kita harapkan segera diproses. Supaya masyarakat tidak ada yang terjebak,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *