Pertumbuhan Penduduk Dituding Munculkan Potensi Mafia Tanah

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kepala Sub Tata Usaha Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Nunukan, M. Azhar Firdaus menyebut kasus mafia tanah tidak hanya terjadi di wilayah Jawa. Beberapa provinsi lain juga ditemui kasus serupa seperti halnya di Nunukan.

Sebagai antisipasi, pihaknya melakukan pencegahan. M. Azhar Firdaus menilai permasalahan ini tidaklah sederhana. Terlebih setiap daerah memiliki karakter masalah yang berbeda-beda.

“Di beberapa tahun sebelumnya di wilayah Jawa sudah sering terjadi adanya mafia tanah, terutama bagi masyarakat awam yang kurang mendokumentasi bidang hukum terkait tanah yang dimiliki,” kata M. Azhar Firdaus, kepada benuanta.co.id, Rabu (17/5/2023).

Baca Juga :  Banjir Sembakung, Air Sungai Setinggi 4,15 Meter

Lanjutnya, ada kasus tanah sudah dijual atau ditinggal merantau sehingga tanah sudah dijual oleh orang lain, walaupun belum pernah terjadi di Nunukan. Namun melihat makin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas perekonomian di Kabupaten Nunukan tidak menutup kemungkinan itu bisa saja terjadi. “Di Nunukan belum ada mafia tanah,” jelasnya.

Untuk melakukan pencegahan agar tidak ada mafia tanah di Kabupaten Nunukan, maka dilakukan sosialisasi dengan berkolaborasi dengan pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Nunukan, kepolisian, dan kejaksaan.

Baca Juga :  Januari hingga Mei 2024, Imigrasi Nunukan Tindak 16 WNA 

Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Pemerintah daerah Kabupaten Nunukan Faizal, SH, mengatakan, agar kasus mafia tanah tidak terjadi di Nunukan maka dilakukan pemetaan potensi berdasarkan tipologi kasus dan dilakukan secara ilmiah atau akademis maupun kajian praktis terhadap penyebab terjadinya kejahatan pertanahan serta strategi pencegahan dan pemberantasannya.

“Kita juga menguatkan kerja sama dan koordinasi dengan institusi pemerintah, aparat penegak hukum, stakeholder terkait serta masyarakat dalam membangun kesadaran bersama dalam menyusun kebijakan pencegahan kejahatan pertanahan,” jelasnya.(*)

Baca Juga :  Eks PMI Terlibat Kasus Pencurian, Begini Tanggapan Kepala BP3MI Kaltara

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1906 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *