Cerita Pak Haji soal Kebakaran di Pasar Pagi Setelah Puluhan Tahun Berdagang

benuanta.co.id, NUNUKAN – Haji Muje, pria paruh baya yang tinggal di Jalan Pasar Baru hanya bisa pasrah meratapi kios miliknya di Pasar Pagi, Jalan Pattimura, RT 08, Kelurahan Nunukan Tengah ludes terbakar.

Pria berusia 58 tahun ini seolah tak percaya atas kebakaran hebat yang menghanguskan 13 kios di Pasar Pagi itu.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2008 votes

Bagaimana tidak, selang beberapa jam setelah ia dan karyawan serta pedagang lainnya menutup kios. Secara tiba-tiba korban api menghanguskan pasar yang selama ini merupakan sumber mata pencaharian sejumlah pedagang.

Saat kejadian, Muje menceritakan tengah beristirahat di rumahnya. Tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan  panggilan telpon dari keluarganya yang mengabarkan jika Pasar Pagi terbakar.

“Saya di rumah posisi sudah tidur, tiba-tiba ada telpon dari keluarga kalau kebakaran, langsung saya ke sini (Pasar Pagi), tapi sampai di sini api sudah besar dan kios saya sementara terbakar,” katanya lirih.

Baca Juga :  121 CJH Nunukan Disuntik Vaksin Meningitis
TERBAKAR: Barang dagangan di kios Haji Muje yang ludes terbakar (FOTO: NOVITA A.K/ BENUANATA)

Muje terlihat sangat begitu panik dan buru-buru menuju lokasi, hal ini dilihat dari pakaian yang dikenakannya hanya kaos putih polos berbahan tipis menutupi badannya.

Muje tak berpaling. Matanya setengah mengantuk berusaha fokus melihat proses pemadaman di kios yang puluhan tahun menjadi ladang rezekinya itu. Sesekali juga Muje menjawab pertanyaan perwata meski dengan sedikit terbata-bata.

Diungkapkannya, atas musibah tersebut, 4 gudang yang terdiri dari tempat ayam potong serta sembilan bahan pokok (Sembako) lainnya seperti beras, telur, tepung, gula, minyak, bumbu-bumbu, bawang dan lainnya dan 1 petak kios miliknya ludes terbakar.

Meski kobaran api telah dipadamkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan dan beberapa pedagang lainnya berhasil menyelematkan beberapa barang dagangannya. Hal ini tidak dialami Muje, yang tak ada satupun barang miliknya berhasil diselamatkan.

Baca Juga :  267 Pelanggaran Selama Ops Ketupat Kayan di Nunukan

Muje merupakan pedagang terlama dan agen sembako di Pasar Pagi Nunukan, ia mengaku sudah memulai usahanya sejak tahun 2000 silam. Dimulai dari berjualan kecil-kecilan hingga bisa memiliki 4 gudang penyimpanan.

Selama kurang lebih 23 tahun mengais rezeki di Pasar Pagi, kejadian kebakaran ini dikatakannya pertama kalinya terjadi.

Tidak hanya sebagai pedagang terlama, ia juga merupakan koordinator pedagang di pasar tersebut. Ia bahkan telah diberikan kepercayaan oleh pemilik lahan untuk mendata jumlah pedagang. Bahkan buku catatan operasional pasar miliknya juga ikut terbakar.

“Lahan ini kami sewa, orangnya yang punya di Jakarta, kalau saya pribadi untuk dua tahun itu saya Rp 70 juta, karena saya ada 1 kios dan 4 gudang penyimpanan,” ujarnya.

Saat ditanya terkait total kerugian yang dialaminya dari musibah ini, ia menaksirkan kurang lebih Rp 500 juta.

Kesedihan Muje dari musibah ini juga karena 4 gudang penyimpanannya baru saja diisi oleh stok barang-barang yang baru tiba dari Sulawesi Selatan dengan menggunakan kapal laut pada Sabtu (6/5/2023) lalu untuk persediaan jualan beberapa pekan ke depan.

Baca Juga :  Bea Cukai Nunukan Sebut Ekspor Minyak Kemiri ke Malaysia Tidak Dikenakan Cukai

“Kalau saya, Maghrib itu sudah tutup, tapi kalau teman-teman pedagang sayur dan sembako lainnya itu biasanya jam 9 malam baru tutup,” bebernya.

Kendati adanya musibah yang merugikan pedagang, Muje ia tidak mau berasumsi terkait penyebab terjadinya kebakaran itu. “Semua merupakan musibah dari yang Maha Kuasa dan ada hikmah dari musibah ini,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, kebakaran Pasar Pagi terjadi sekitar pukul 21.30 WITA. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nunukan kebakaran yang terjadi menghanguskan 13 kios dan 4 gudang.

Sedangkan dugaan awal penyebab kebakaran lantaran adanya pembakaran sabuk kelapa dari belakang pasar, api kemudian terbawa angin dan menjalar ke depan kios. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *