Dishub KTT Minta KSOP Berkenan Lakukan Uji Kelayakan Lokasi Pembangunan Pelabuhan Peti Kemas

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Percepatan progres pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Desa Bebatu, Kabupaten Tana Tidung (KTT). Dinas Perhubungan(Dishub) Tana Tidung, sambangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan.

Kabid Sarana-prasarana Dishub Tana Tidung, Didaktus Vito mengatakan kunjungan pihaknya ke KSOP Tarakan kali ini untuk membahas progres dari pembangunan Pelabuhan Peti Kemas yang rencanannya bakal dibangun di Desa Bebatu, KTT.

Baca Juga :  Viral Caleg Protes Jumlah Perolehan Suaranya di KTT, Bawaslu Kaltara Minta Buat Laporan dan Bukti

“Harusnya kita berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut(DJPL), namun karena terlalu jauh. Kita pun meminta KSOP Tarakan untuk menjadi perpanjangan tangan kita,” kata Pria yang akrab disapa Vito, pada Jumat 10 Maret 2023.

Ia mengungkapkan setelah komunikasi Dishub Tana Tidung dengan KSOP Tarakan ini, nantinya pihak KSOP Tarakan akan melakukan studi kelayakan terhadap lokasi yang bakal dipakai untuk membangun Pelabuhan Peti Kemas itu.

Baca Juga :  Viral Caleg Protes Jumlah Perolehan Suaranya di KTT, Bawaslu Kaltara Minta Buat Laporan dan Bukti

“Nanti KSOP Tarakan yang datang kesini untuk cek lokasi, setelah itu mereka melapor ke DJPL untuk menyampaikan layak atau tidaknya lokasi yang saat ini kita pilih. Jika tidak layak, maka kita bersama Dishub Provinsi  akan mencari lokasi baru,” ungkapnya.

Terkait kapan realisasi pembangunan pelabuhan itu, Vito mengaku belum dapat memastikannya, mengingat pembangunannya merupakan tanggung jawab dari Dishub Provinsi Kaltara.

“Kita belum tahu pasti ya. Tapi masterplan dari pembangunan ini tetap akan berpusat di KTT, karena ada 3 pelabuhan berstandar nasional nantinya yang rencananya bakal dibangun di sini, termasuk Pelabuhan Peti Kemas,” lanjutnya.

Baca Juga :  Viral Caleg Protes Jumlah Perolehan Suaranya di KTT, Bawaslu Kaltara Minta Buat Laporan dan Bukti

“Tapi jika pembangunan awalnya dimulai pada tahun 2023 ini, maka butuh sekitar 3-4 tahun untuk pengerjaan dan penyelesaiannya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *