Bupati Nunukan Buka Pelatihan dan Pendampingan Fasilitator Dalam Pemanfaatan Buku Bacaan Anak

benuanta.co.id, NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, membuka secara resmi pelatihan dan pendampingan fasilitator dalam pemanfaatan buku bacaan anak di Kabupaten Nunukan, yang dilaksanakan di ruang VIP lantai 4, kantor Bupati Nunukan, Rabu, 11 Januari 2023.

Kegiatan ini dilaksanakan Yayasan Litara bersama dengan inovasi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, dan di hadiri secara langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan Ahmad, Project Manager Ana Farida Kurniasari, serta narasumber dari Litara Kuswanto dan Sofie Dewayani.

Sedangkan peserta yang dilibatkan mengikuti pelatihan yang menerima Program hibah buku dari Kemendikbud RI, yaitu 2 orang peserta perwakilan dari SDN 006 Nunukan, 2 orang perwakilan dari SDN 012 Nunukan, 2 orang perwakilan dari SDN 002 Nunukan Selatan, 2 orang perwakilan dari SDN 004 Nunukan Selatan, 2 orang perwakilan dari SDN 005 Nunukan Selatan, 2 orang perwakilan dari SDN 013 Nunukan, 1 orang dari koordinator TBM Nunukan, 1 orang komunitas pengembang suku Tidung, 1 orang dari pegiat literasi, 5 orang aktivis masyarakat dan guru PAUD, 1 aktivis penjaga sekolah, 1 orang guru dan aktivis masyarakat, 1 aktivis masyarakat dan ibu RT.

Baca Juga :  Bupati Laura Ingatkan Dalam Penyusunan RKPD Harus Kerja Sama Lintas Sektor

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan Ahmad, menyampaikan ini dilakukan untuk meningkatkan dalam pengelolaan maupun pemanfaatan buku baca anak.

“Karena peserta yang yang sangat terbatas, dengan jumlah 24 orang, agar betul-betul mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Dikatakan Bupati Laura, penggiat seperti itu harus di aspirasi, karena menurut data yang ada karena literasi di Kabupaten Nunukan mengalami penurunan. Dengan adanya acara seperti dapat memberikan motivasi betapa pentingnya dunia literasi.

Baca Juga :  Bupati Laura Hadiri Rapat yang Dipimpin Mendagri Tito Karnavian Via Daring

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization For Economic Co-Operation And Development (OECD) tahun 2019, menyatakan bahwa Indonesia menempati rangking 62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau berada 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Dia juga meminta diskusikan dengan narasumber dan sesama peserta tentang kendala dan kemungkinan hambatan yang akan ditemui di lapangan nantinya. Begitupula dengan para narasumber yang akan memberikan materi dan paparannya kiranya juga dapat menyampaikan materinya dengan detail dan mendalam serta membuka ruang diskusi seluas-luasnya sehingga dengan pertemuan ini didapatkan ilmu yang cukup bagi fasilitator untuk melaksanakan tugasnya di lapangan.

Baca Juga :  Polemik Garis Batas Desa, Dua Desa Persiapan di Nunukan Tak Kunjung Definitif

“Akan diadakan pelatihan oleh narasumber, dan mereka juga diberikan pemahaman atau panduan bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat agar minat baca semakin meningkat,” kata Laura, kepada benuanta.co.id.

Laura juga mengatakan, masyarakat Nunukan bukan tidak suka membaca, hanya saja dengan media yang berbeda apalagi saat ini dengan kemajuan teknologi banyak di media sosial yang bisa di baca.

“Saya juga berterimakasih kepada penggiat literasi yang ada di Kabupaten Nunukan yang terus mensosialisasikan secara tidak langsung agar budaya baca dan menulis dapat meningkat,” jelasnya.

Walaupun berada di perbatasan segala sesuatu akan diupayakan, jangan sampai terbatas. Menyangkut kemajuan sumber daya manusia (SDM). (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *